Bagi orang yang tidak menggunakan
akal sehat, jika ia bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana saya ada?” ia akan
menjawab, “Saya ada entah bagaimana!” Dengan penalaran demikian, ia akan
menjalani kehidupan tanpa pernah merenungkan masalah-masalah seperti itu.
Akan tetapi, orang yang berakal
semestinya merenungkan bagai-mana ia diciptakan, dan menentukan makna hidupnya
sesuai dengan hasil perenungannya. Dalam perenungan ini, ia tidak perlu takut -
seperti yang dirasakan sebagian manusia - untuk mencapai kesimpulan “Saya telah
diciptakan”. Orang yang tak mau merenungkan hal ini sebenarnya tidak ingin
bertanggung jawab pada sang Pencipta. Mereka takut harus mengubah gaya hidup,
kebiasaan, dan ideologi jika mengaku telah diciptakan. Oleh karena itu, mereka
lari dari ketaatan kepada Pencipta mereka. Demikianlah sikap yang diambil
orang-orang yang menging-kari Allah dan “mengingkari (tanda-tanda kekuasa-an-Nya)
karena kezaliman dan kesombongan mereka, padahal hati mereka meyakini
kebenarannya” (QS. An-Naml, 16: 14).
Sebaliknya, seseorang yang menilai
kebera-daan dirinya dengan kearifan dan akal sehat, akan melihat dalam dirinya
hanya tanda-tanda pen-ciptaan Allah. Ia mengakui bahwa keberadaannya bergantung
pada kerja sama antara ribuan sistem rumit, yang tak satu pun ia ciptakan atau
ia kenda-ikan. Ia memahami fakta bahwa “ia diciptakan”. Dengan mengenal
Penciptanya, ia berusaha me-mahami untuk tujuan apa ia “diciptakan” Tuhan.
Bagi siapa pun yang berusaha memahami
makna ciptaan Tuhan, terdapat kitab petunjuk: Al Quran. Kitab ini adalah
panduan yang diberikan kepada semua manusia yang diciptakan Tuhan di muka bumi.
Bahwa fenomena penciptaan itu terjadi
sesuai dengan uraian yang ada dalam Al Quran membawa arti sangat penting bagi
orang-orang yang berakal.
Pada halaman-halaman berikut
terkan-dung berbagai informasi, bagi mereka yang arif dan berakal sehat, yang
menunjukkan bagai-mana “mereka diciptakan” dan keajaiban pen-ciptaan ini.
Kisah penciptaan manusia berawal di
dua tempat yang saling berjauhan. Manusia menapaki kehidupan melalui pertemuan
dua zat terpisah di dalam tubuh lelaki dan perem-puan, yang diciptakan saling
terpisah namun sangat selaras. Jelas, sperma di dalam tubuh lelaki tidak
dihasilkan atas kehendak dan kendali lelaki tersebut, sebagaimana sel telur di
dalam tubuh perempuan tidak terbentuk atas kehendak dan kendali perempuan
tersebut. Sesungguhnya, mereka bahkan tidak menyadari pembentukan sel-sel ini.
“Kami telah menciptakan kamu, maka
mengapa kamu tidak mem-benarkan (hari berbangkit)? Maka terangkanlah kepadaku
tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah
yang menciptakannya?” (QS. Al Waaqi'ah, 56: 57-59) !
Jelaslah bahwa kedua zat tersebut,
yang berasal dari lelaki dan perempuan, diciptakan sangat bersesuaian.
Penciptaan kedua zat ini, pertemuan antara keduanya, dan perubahannya menjadi
manusia sung-guhlah suatu keajaiban besar.
Buah Pelir dan Sel Perma
Sperma, yang merupakan tahap pertama
dalam penciptaan manusia, diproduksi “di luar” tubuh manusia. Ini karena
produksi sperma hanya mungkin terjadi di lingkungan bersuhu 2C di bawah suhu
tubuh normal. Untuk menstabilkan suhu pada tingkat ini, buah pelir dilapisi
kulit khusus. Kulit ini mengerut pada cuaca dingin dan mengembang pada cuaca
panas, untuk menjaga suhu tetap konstan. Apakah lelaki “mengen-dalikan” dan
mengatur sendiri keseimbangan rumit ini? Tentu tidak. Ia bahkan tidak menyadari
hal ini. Para pengingkar penciptaan hanya dapat mengatakan, ini adalah “fungsi
tubuh manusia yang belum diketahui”. Definisi “fungsi yang belum diketahui”
hanyalah “sekadar nama”.
Sperma diproduksi dalam buah pelir
dengan laju produksi 1000 per menit. Sel ini memiliki desain khusus untuk
perjalanannya menuju indung telur perempuan, perjalanan yang berlangsung seolah
ia “menge-nal” tempat itu. Sperma terdiri atas kepala, leher, dan ekor. Ekornya
membantunya bergerak bagai ikan menuju rahim.
Bagian kepalanya, yang mengandung
sebagian kode genetis bayi, ditutupi perisai pelindung khusus. Fungsi perisai
ini terungkap di pintu masuk rahim ibu: di sini lingkungannya sangat asam.
Jelas, sperma ditutupi dengan perisai pelindung oleh “seseorang” yang tahu
tentang keasaman ini. (Kondisi lingkungan asam ini bertujuan melindungi sang
ibu dari mikroba).
Yang diejakulasikan ke dalam rahim
tidak hanya jutaan sperma. Air mani adalah campuran berbagai macam cairan. Al
Quran menegaskan fakta ini dalam ayat berikut:
“Bukankah telah datang atas manusia satu
waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan yang dapat disebut?
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur
yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami
jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al Insaan, 76: 1-2) !
Cairan dalam air mani ini berisi
gula, untuk memberi energi yang dibutuhkan sperma. Di samping itu, komposisi
utamanya memiliki beragam tugas, seperti menetralkan asam pada pintu masuk ke
rahim dan menjaga kelicinan medium untuk pergerakan sperma. (Di sini sekali
lagi terlihat bahwa dua wujud yang berbeda dan saling independen, diciptakan
saling cocok). Spermatozoa menempuh perjalanan sulit di dalam rahim ibu hingga
mencapai sel telur. Betapapun mereka bertahan, kurang-lebih hanya seribu dari
sekitar 200-300 juta spermatozoa yang mencapai sel telur.
Sel Telur
Jika sperma didesain sesuai dengan
sel telur, sel telur juga disiapkan sebagai benih kehidupan pada medium yang
sama sekali berbeda…. Tanpa sepengetahuan perem-puan, sel telur yang telah
matang di indung telur ditinggalkan di rongga perut, kemudian tertangkap oleh
lengan-lengan pada ujung organ tubuh bernama tuba falopii rahim. Setelah itu,
sel telur mulai bergerak dengan bantuan gerakan rambut pada tuba falopii. Sel
telur ini besarnya hanya setengah partikel garam.
Sel telur dan sperma bertemu di dalam
tuba falopii. Di sini sel telur mulai mengeluarkan cairan khusus. Dengan
bantuan cairan ini, sperma-tozoa menemukan lokasi sel telur. Kita harus
menyadari bahwa tatkala kita mengatakan sel telur “mulai mengeluarkan”, kita
tidak sedang mem-bicarkan manusia atau suatu makhluk sadar. Hal ini tidak dapat
dijelas-kan melalui konsep kebetulan, bahwa massa protein mikroskopis
“me-mutuskan” tindakan itu “dengan sendirinya”, kemudian “mempersiap-kan” dan
mengeluarkan senyawa kimia untuk menarik spermatozoa kepadanya. Ini merupakan
bukti bahwa ada sebuah perancangan dalam proses ini.
Singkatnya, sistem reproduksi tubuh
didesain untuk mempersatu-kan sel telur dan sperma. Ini berarti bahwa sistem
reproduksi perempuan diciptakan sesuai dengan kebutuhan spermatozoa dan
spermatozoa diciptakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan di dalam tubuh
wanita.
Pertemuan Sperma dan Sel Telur
Ketika spermayang akan membuahi sel
telursemakin mendekati sel telur, sel telur kembali “memutuskan” untuk
mengeluarkan suatu cairan, yang disiapkan khusus bagi sperma, untuk melarutkan
perisai perlindungan sperma. Akibatnya, terbukalah kantung enzim pelarut pada
ujung sperma, yang dibuat secara khusus untuk sel telur. Ketika sperma mencapai
sel telur, enzim-enzim ini melubangi membran sel telur dan memungkinkan sperma
masuk. Spermatozoa di sekeliling telur mulai berebut masuk, tetapi biasanya
hanya satu sperma yang berhasil membuahi sel telur.
Ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan
tahapan ini sangatlah mena-rik. Dalam Al Quran, dinyatakan bahwa manusia dibuat
dari saripati cairan hina, yaitu air mani.
“Kemudian Dia menjadikan keturunannya
dari saripati air yang hina (air mani).” (QS. As-Sajadah, 32: 8) !
Sebagaimana diungkapkan ayat
tersebut, bukan cairan yang membawa spermatozoa itu yang membuahi telur,
mela-inkan “saripatinya” saja. Sari-pati tersebut adalah sperma di dalamnya,
yang menjadi agen pembuahan, atau lebih tepat lagi, kromo-som di dalam sperma
tersebut, yang merupakan “saripati” sperma.
Ketika sel telur membiarkan satu
sperma masuk, sperma lain tidak mungkin masuk. Penyebabnya adalah medan listrik
yang terbentuk di sekeliling sel telur. Wilayah di sekeliling telur bermuatan
negatif (-) dan begitu sperma pertama menembus sel telur, muatan ini berubah
menjadi positif (+). Oleh karena itu, sel telur tersebut, yang kini bermuatan
sama dengan spermatozoa lain di luar, mulai menolak mereka.
Ini berarti muatan listrik kedua zat tersebut,
yang terbentuk secara independen dan terpisah, juga bersesuaian.
Akhirnya, bergabunglah DNA laki-laki
di dalam sperma dan DNA perempuan di dalam sel telur. Sekarang terdapat benih
pertama, sel pertama dari manusia baru, di dalam kandungan ibu: zigot.
Segumpal Darah yang Melekat pada
Rahim …
Saat sperma dari laki-laki bersatu
dengan sel telur dari perempuan, inti dari bayi yang akan dilahirkan mulai
terbentuk. Sel tunggal ini, yang dalam biologi dikenal dengan istilah “zigot”,
akan segera mulai berkem-bang dengan melakukan pembelahan sel, dan akhirnya
menjadi “segumpal daging”.
Namun, zigot tersebut tidak
mengha-biskan masa pertumbuhannya dalam kehampaan. Zigot melekat pada rahim,
bagaikan akar yang menancap kuat ke bumi melalui sulurnya. Melalui ikatan ini,
zigot memperoleh zat gizi yang pen-ting bagi pertumbuhannya dari tubuh sang
ibu.
Perincian seperti ini tak mungkin
di-ketahui tanpa pengetahuan fisiologi yang memadai. Jelas, berabad-abad lalu
tidak ada seorang pun yang menguasai ilmu seperti itu. Tapi sungguh menarik,
Allah selalu menyebut zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu sebagai
“segumpal darah” dalam Al Quran:
“Bacalah dengan (menyebut) nama
Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Pa-ling Pemurah.” (QS. Al 'Alaq, 96: 1-3) !
“Apakah manusia mengira, bahwa ia
akan dibiar-kan begitu saja (tanpa pertanggungan jawab)? Bu-kankah dia dahulu
setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi
se-gumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakan-nya, lalu Allah
menjadikan darinya sepasang; laki-laki dan perem-puan.” (QS. Al Qiyaamah, 75:
36-39) !
Dalam bahasa Arab, arti kata “'alaq”
atau “segumpal darah” adalah “benda yang melekat pada suatu tempat”. Secara
harfiah, kata tersebut digunakan untuk menjelaskan lintah yang menempel pada
kulit untuk mengisap darah. Jelas, itulah kata yang paling tepat untuk
menggam-barkan zigot yang melekat pada dinding rahim untuk menyerap makan-an
darinya.
Masih banyak ayat Al Quran yang
mengungkap tentang zigot ini. Dengan menempel pada rahim secara sempurna, zigot
pun mulai tum-buh. Sementara itu, rahim sang ibu dipenuhi dengan “cairan
amnion” yang melingkupi zigot. Fungsi terpenting cairan amnion bagi
pertum-buhan bayi adalah melindungi si bayi dari “serangan” dari luar. Dalam Al
Quran, fakta ini diungkapkan sebagai berikut:
“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air
yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim).” (QS Al
Mursalat, 77: 20-21) !
Semua informasi Al Quran tentang
pembentukan manusia ini mem-perlihatkan bahwa Al Quran berasal dari sebuah
sumber yang mengeta-hui masalah ini hingga hal yang sekecil-kecilnya. Sekali
lagi, ini membuk-tikan bahwa Al Quran adalah firman Allah.
Sementara itu, embrio yang awalnya
mirip gel, mulai berubah seiring waktu. Dalam struktur yang mulanya lunak ini,
mulai terbentuk tulang keras untuk membantu tubuh berdiri tegak. Kemudian sel,
yang mulanya semua sama, mulai terspesialisasi: ada yang membentuk sel mata yang
peka terhadap cahaya, sel saraf yang peka terhadap panas, dingin, dan sakit,
dan sel yang peka terhadap getaran suara. Apakah sel-sel itu sendiri yang
menentukan perbedaan-perbedaan ini? Apakah mereka sendiri yang pertama kali
memutuskan untuk membentuk hati atau mata ma-nusia, kemudian menuntaskan tugas
yang luar biasa ini? Ataukah di lain pihak, mereka telah diciptakan dengan
tepat untuk tujuan-tujuan ini? Kearifan, kecerdasan, dan jiwa pasti akan
membenarkan alternatif kedua.
Pada akhir proses, setelah sang bayi
tumbuh sempurna di dalam rahim ibu-nya, ia lalu lahir ke dunia. Kini bayi itu
100 juta kali lebih besar dan 6 miliar kali lebih berat daripada wujud awalnya.
Inilah kisah awal mula kehidupan
manusia, bukan makhluk lain. Jadi, apa yang lebih penting bagi manusia selain
mengetahui tujuan penciptaan yang menakjubkan ini?
Sangat tidak logis bila kita berpikir
bahwa semua fungsi kompleks ini terjadi “atas kemauan sendiri”. Tidak ada
seorang pun yang memiliki kekuatan untuk menciptakan dirinya sendiri, menciptakan
orang lain, atau menciptakan benda lain. Allah-lah yang menciptakan semua
kejadian yang telah dijelaskan tadi, pada setiap saat terjadinya, setiap
detiknya, dan setiap tahapannya.
“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah,
kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan
perem-puan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula)
melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan seka-li-kali tidak
dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi
umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya
yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” (QS. Faathir, 35: 11) !
Tubuh kita, yang terbentuk hanya dari
“setetes mani”, berubah men-jadi manusia yang memiliki jutaan keseimbangan yang
rumit. Meskipun tidak kita sadari, di dalam tubuh kita terdapat sistem yang
teramat kom-pleks dan rumit, yang membantu kita bertahan hidup. Semua sistem
ini dirancang dan dioperasikan hanya oleh Sang Pemilik dan Pencipta kita, yakni
Allah, untuk menyadarkan kita bahwa “kita diciptakan”.
Manusia diciptakan oleh Allah. Sejak
diciptakan, manusia tidak per-nah “dibiarkan tanpa pengaturan atau tanpa
tujuan”.
Air Susu Ibu...
Bagaimana manusia yang baru lahiryang
sebelumnya berubah bentuk dari sperma menjadi bayidiberi makan? Hal ini
merupakan keajaiban tersendiri. Air susu ibu (ASI) adalah gizi terbaik, dan air
susu ini tidak dihasilkan atas bantuan sang ibu ataupun bantuan orang lain.
Berkat zat gizi yang dikandungnya,
air susu ibu adalah sumber ma-kanan unggul bagi bayi yang baru lahir, sekaligus
zat yang meningkatkan daya tahan ibu dan bayi terhadap penyakit. Para dokter
sepakat bahwa makanan buatan hanya boleh diberikan bila ASI tidak mencukupi,
dan bayi harus diberi ASI terutama pada bulan-bulan pertama. Sekarang, mari
kita lihat keistimewaan ASI ini:
- Hal yang paling menarik adalah
kadar ASI bisa berubah sesuai dengan fase-fase pertumbuhan bayi. Jumlah kalori
dan zat gizi berubah berdasarkan keadaan bayi saat lahir, apakah ia lahir
prematur ataukah tepat waktu. Bila bayi lahir prematur, kadar lemak dan protein
ASI lebih tinggi daripada kebutuhan bayi umumnya, karena bayi prematur
membutuhkan kalori lebih banyak.
- Unsur-unsur sistem kekebalan tubuh
yang dibutuhkan bayi, seperti anticore atau sel pertahanan tubuh, tersedia
dalam ASI. Bagaikan tentara bayaran, mereka mempertahankan tubuh bayi yang
sebenarnya asing bagi mereka, dan melindungi sang bayi dari musuh.
- ASI merupakan antibakteri. Bakteri
bisa tumbuh dalam susu biasa yang disimpan pada suhu kamar selama enam jam.
Namun, tidak ada bakteri yang muncul dalam ASI yang disimpan dalam suhu dan
jangka waktu yang sama.
- ASI melindungi bayi dari penyakit
arterios-klerosis.
- ASI dapat dicerna bayi dengan
cepat.
Kita tahu bahwa tak satu pun makanan
hasil racikan para ahli gizi di laboratorium modern yang memiliki manfaat
sebanyak ASI. Bagaimana kita bisa menjawab pertanyaan, “Siapakah yang membuat
ASI dalam tubuh seorang ibu, padahal ia sendiri pun tidak menyadari proses pembuatannya,
dan kualitasnya jauh lebih unggul daripada buatan laboratorium?” Sudah sangat
jelas, ASI dibuat oleh Sang Pencipta si bayi yang membutuhkan susu ini.…
MEKANISME DALAM TUBUH KITA
Dalam banyak ayat Al Quran, Allah
mengajak kita memperhati-kan penciptaan manusia dan mengajak manusia
merenungkan penciptaan ini,
“Hai manusia, apakah yang telah
memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang
telah men-ciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan
tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun
tubuhmu.” (QS. Al Infithaar, 82: 6-8) !
Manusia adalah salah satu makhluk
hidup yang terhebat dan ter-canggih. Sistem tubuhnya paling menakjubkan di
alam, dibentuk Allah dengan proporsi yang pas.
Tubuh manusia terdiri atas sejumlah
daging dan tulang yang ber-bobot kurang lebih 60-70 kg. Sebagaimana diketahui,
daging adalah salah satu material paling rentan di alam. Jika dibiarkan di
tempat terbuka, daging akan membusuk dalam beberapa jam, dan setelah beberapa
hari dikerubungi tempayak dan mulai berbau busuk tak tertahankan. Zat yang
sangat lemah ini membentuk bagian terbesar tubuh manusia. Akan tetapi, ia
terpelihara tanpa rusak atau membusuk selama kurang lebih 70-80 tahun, dengan adanya
peredaran darah yang memberinya makanan dan kulit yang melindunginya dari
bakteri luar.
Selain itu, tubuh manusia memiliki
kemampuan yang sangat menge-sankan. Misalnya, pancaindra. Setiap organ
pengindra adalah keajaiban. Manusia mengetahui dunia luar melalui alat-alat
pengindra ini, dan menjalani hidup dengan damai berkat semua indra ini. Detail
yang kita temui pada indra penglihat, pencium, peraba, pendengar, dan pengecap,
serta desainnya yang tanpa cacat, memberi bukti keberadaan Sang Pencipta.
Struktur tubuh manusia yang
menakjubkan tidak hanya ada pada pancaindra. Setiap organ yang memudahkan hidup
kita adalah keajaiban tersendiri. Semuanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan
kita. Bayangkan betapa sukarnya hidup ini jika kita diciptakan tanpa tangan.
Apa yang akan terjadi jika kita tidak memiliki kaki, atau jika tubuh kita tidak
ditutupi oleh kulit, tetapi oleh duri, sisik, atau lapisan keras?
Begitu pula, keberadaan sistem-sistem
kompleks dalam tubuh manu-sia, seperti mekanisme pernapasan, metabolisme,
reproduksi, kekebalan tubuh, dan estetika tubuh manusia, masing-masing adalah
keajaiban tersendiri.
Sebagaimana terlihat, dalam tubuh
manusia terdapat banyak kese-imbangan rumit. Hubungan yang sempurna di antara
semua sistem tubuh yang saling tergantung itu memungkinkan manusia menjalankan
fungsi-fungsi vitalnya tanpa masalah.
Di samping itu, manusia melakukan
semua ini tanpa perlu berusaha ekstra ataupun mengalami kesulitan. Biasanya
manusia bahkan tidak menyadari apa yang terjadi dalam tubuhnya. Ia tidak
menyadari banyak hal: kapan pencernaan makanan berawal atau berakhir dalam
lambung-nya, irama jantungnya, darah yang mengedarkan bahan-bahan yang tepat
dibutuhkan ke tempat-tempat yang tepat, penglihatan dan pendengaran-nya.
Sebuah sistem tanpa cacat telah
ditempatkan dalam tubuh manusia dan bekerja dengan sempurna. Inilah sistem
ciptaan Allah, Pengatur semua urusan di langit dan di bumi. Allah menciptakan
segala sesuatu, setiap detail dan setiap makhluk hidup di alam semesta. Desain
yang kita temui saat meneliti tubuh manusia adalah bukti keunikan dan ketiadaan
cacat pada seni kreasi Allah. Allah mengajak kita memperhatikan kesem-purnaan
jagat raya ini dalam surat Al Mulk:
“Yang telah menciptakan tujuh langit
berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha
Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu
lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya
penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan
penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (QS. Al Mulk, 67: 3-4) !
Inilah sekelumit dari berjuta
keseimbangan rumit di dalam tubuh manusia:
Pancaindra tersusun benar-benar
sesuai dengan kebutuhan manusia. Misalnya, telinga hanya dapat menangkap
getaran suara pada batas tertentu. Sekilas, mungkin kisaran pendengaran yang
lebih lebar tam-paknya menguntungkan, tetapi batas indriawi ini - disebut
“ambang batas pendengaran”diatur dengan tujuan tertentu. Jika telinga kita
terlalu sensitif, setiap saat kita harus mendengar berbagai suara, mulai dari
detak jantung kita hingga gemerisik tungau kecil di lantai. Hidup seperti ini
akan sangat mengganggu.
Keseimbangan serupa berlaku pula bagi
indra peraba. Sel saraf pera-ba yang sangat sensitif dan berada di bawah kulit
manusia dijadikan sen-sitif dengan cara yang sebaik-baiknya dan tersebar di
seluruh permukaan tubuh. Saraf tersebut terhimpun terutama di ujung jari,
bibir, dan organ seksual. Sebaliknya, daerah yang “kurang penting”, misalnya punggung,
memiliki lebih sedikit sel saraf. Ini memberi keuntungan besar bagi ma-nusia.
Bayangkan jika terjadi sebaliknya: jika ujung jari kita sangat tidak sensitif,
dan kebanyakan sel saraf berkumpul di punggung. Tidak diragu-kan lagi, ini akan
sangat menjengkelkan; sementara kita tidak mampu menggunakan tangan secara
efektif, punggung kita justru merasakan hal-hal terkecil, lipatan baju
misalnya.
Perkembangan organ adalah contoh
“keseimbangan yang rumit” ini. Misalnya, rambut dan bulu mata. Meskipun keduanya
sebenarnya sama saja “rambut”, kecepatan tumbuhnya tidak sama. Anggaplah bulu
mata tumbuh sama cepatnya dengan rambut di kepala, maka bulu mata akan
mengganggu penglihatan dan menusuk mata, membahayakan salah satu organ
terpenting. Panjang bulu mata kita tertentu dan tetap. Jika bulu mata ini
memendek, misalnya karena terbakar atau kecelakaan, bulu mata akan memanjang
sampai mencapai panjang “ideal” lalu berhenti.
Bentuk bulu mata pun sangat penting.
Karena bentuknya sedikit me-lengkung ke atas, bulu mata tidak menghalangi
pandangan dan membuat mata terlihat indah. Ketika tumbuh, bulu mata ini
ditutupi minyak khu-sus yang dihasilkan kelenjar tertentu di tepi kelopak mata.
Karena itulah, bulu mata kita tidak terasa kasar dan lurus seperti sikat.
“Penyesuaian halus” seperti ini terdapat di seluruh bagian tubuh manusia.
Luar biasanya, sebagaimana pada
remaja, penciptaan yang tepat ini juga tampak pada bayi yang baru lahir.
Contohnya, tulang tengkorak bayi yang baru lahir sangat lunak, dan pada batas
tertentu dapat bergerak di atas yang lain. Keluwesan ini memudahkan keluarnya
kepala bayi dari rahim tanpa bahaya. Jika tidak luwes, tulang tengkorak ini
bisa saja retak selama kelahiran, menyebabkan kerusakan parah pada otak bayi.
Dengan kesempurnaan serupa, semua
organ dalam manusia berkem-bang secara harmonis selama proses perkembangan.
Misalnya, pada perkembangan kepala, tengkorak yang menyelubungi otak tumbuh
ber-sesuaian dengan otak. Andaikan tengkorak tumbuh lebih lambat dari-pada
otak, ia akan menekan otak dan segera menyebabkan kematian.
Keseimbangan yang sama juga terjadi
pada organ lain seperti jan-tung, paru-paru dan tenggorokan, mata dan kantung
mata.
Karena itu, mari kita teliti struktur
tubuh kita yang luar biasa, untuk melihat seni dan keagungan penciptaan. Setiap
bagian tubuh, yang struk-turnya lebih sempurna daripada pabrik mutakhir yang
dilengkapi tekno-logi tercanggih, menunjukkan adanya penciptaan oleh Allah,
yang kekua-saan-Nya tak tertandingi.
Jika secara singkat kita meneliti
sistem dan organ pada tubuh manu-sia, kita akan menyaksikan dengan jelas bukti
penciptaan yang seimbang dan tanpa cacat.
Pencernaan
Air liur, yang berperan pada awal
proses pencernaan, berfungsi membasahi makanan supaya makanan mudah dikunyah
gigi dan turun melalui kerongkongan. Air liur juga merupakan zat khusus untuk
mengubah, melalui sifat kimiawinya, zat pati menjadi gula. Coba pikirkan apa
yang terjadi andai air liur tidak dihasilkan di dalam mulut. Kita tidak akan
mampu menelan apa pun atau bahkan berbicara karena mulut kita kering. Kita
tidak akan mampu mengonsumsi makanan padat, dan harus meminum cairan saja.
Dalam sistem lambung terdapat
keseimbangan yang menakjubkan. Di dalam lambung, makanan dicerna oleh asam
klorida. Asam ini sangat kuat, sehingga dapat mencerna bukan hanya makanan yang
masuk, me-lainkan juga dinding lambung. Namun, sebuah solusi disediakan untuk
manusia: zat bernama mukus, yang dihasilkan selama proses pencernaan, melapisi
dinding lambung dan melindunginya dengan sangat baik terha-dap efek merusak
dari asam tersebut. Dengan demikian, lambung tidak akan merusak dirinya
sendiri. Terdapat kesesuaian sempurna antara asam pencerna makanan dan mukus
yang dihasilkan untuk melindungi lambung dari asam tersebut.
Ketika kosong, lambung tidak
memproduksi cairan pengurai protein (zat gizi yang berasal dari hewan seperti
daging). Sebaliknya, cairan yang dihasilkan berbentuk zat tidak berbahaya tanpa
sifat merusak. Begitu makanan berprotein memasuki lambung, asam klorida
dihasilkan dalam lambung dan menguraikan zat netral ini menjadi protein. Dengan
begitu, ketika lambung kosong, asam ini tidak melukai lambung yang juga terbuat
dari protein.
Perlu diketahui bahwa “teori evolusi”
tidak pernah dapat menje-laskan sistem sedemikian kompleks. Teori tersebut
mengemukakan ga-gasan bahwa struktur-struktur kom-pleks di sekitar kita
berevolusi seca-ra bertahap dari organisme primitif, melalui akumulasi
perbaikan struktural sedikit demi sedikit. Akan tetapi, jelas bahwa sistem
dalam lambung tidak mungkin merupakan hasil evolusi bertahap yang sedikit demi
sedikit. Ketiadaan satu faktor saja akan membunuh organisme tersebut. Satu
contoh saja sudah cukup untuk memahami inkonsis-tensi teori evolusi ini.
Bayangkan ada organisme yang merusak lam-bungnya sendiri dengan asam yang diproduksinya
di sana. Mula-mula lambungnya akan hancur secara menyakitkan, dan organ lainnya
juga akan dilalap oleh asam itu. Organisme tersebut akan mati karena me-makan
dirinya sendiri hidup-hidup.
Cairan di dalam lambung memperoleh
kemampuan menghancurkan protein sete-lah melalui serangkaian reaksi kimia.
Bayangkanlah organisme yang sedang ber-evolusi, namun transformasi kimia ini
tidak dapat terjadi di dalam lambungnya. Jika cairan di dalam lambung tidak
mampu menghancurkan protein, organisme terse-but tidak akan mampu mencerna
makanan, dan pada akhirnya akan mati dengan se-bongkah makanan yang tidak
tercerna dalam lambungnya.
Marilah kita melihat hal ini dari sudut
pandang yang berbeda. Sel-sel lambung memproduksi asam di dalam perut. Baik sel
ini maupun sel lain di bagian tubuh lain (misalnya sel mata) merupakan sel
kembar yang berasal dari pembelahan sel tunggal awal di dalam rahim ibu. Lebih
jauh lagi, kedua jenis sel ini mempunyai kombinasi genetis yang sama. Ini
berarti, bank data pada kedua sel sama-sama mengandung informasi genetis
tentang protein yang dibutuhkan mata dan asam yang digunakan di dalam lam-bung.
Namun, dengan ketundukan pada perintah dari suatu sumber yang tidak diketahui,
di antara jutaan informasi yang ada, sel mata hanya menggunakan informasi untuk
mata dan lambung hanya menggunakan informasi untuk lambung. Apa yang terjadi
andaikan sel mata yang memproduksi protein yang dibutuhkan mata (karena sesuatu
hal yang tidak diketahui) mulai memproduksi asam yang digunakan di dalam lambungkarena
memang memiliki informasi yang dibutuhkan untuk memproduksinya? Andaikan hal
seperti ini terjadi, seseorang akan melu-mat dan mencerna matanya sendiri.
Marilah kita teruskan meneliti
keseimbangan menakjubkan di dalam tubuh kita:
Proses pencernaan selanjutnya juga
terencana dengan baik. Bagian makanan hasil cernaan yang berguna diserap oleh
lapisan usus halus dan berdifusi dalam darah. Lapisan usus halus ditutupi
lipatan-lipatan lateral yang mirip kain kusut. Dalam setiap lipatan terdapat
lipatan lebih kecil yang disebut “villus”. Lipatan ini meningkatkan penyerapan
usus secara luar biasa. Pada permukaan-atas sel yang meliputi villus terdapat
tonjol-an kecil yang disebut mikrovillus. Tonjolan ini menyerap makan dan
berfungsi sebagai pompa. Bagian-dalam pompa ini terhubung dengan sistem
peredaran darah melalui sistem pengangkutan yang dilengkapi dengan berbagai
rute. Beginilah cara zat gizi yang telah diserap mencapai seluruh tubuh melalui
sistem peredaran darah. Setiap villus memiliki hampir 3000 mikrovillus. Daerah
sebesar satu milimeter persegi pada lapisan usus halus ditutupi oleh
kurang-lebih 200 juta mikrovillus. Pada daerah seluas satu milimeter persegi,
200 juta pompa bekerja tanpa rusak atau lelah untuk mempertahankan hidup
manusia. Pompa yang begitu banyak ini, yang normalnya mengambil wilayah yang
sangat luas, di-mampatkan ke dalam ruang yang sangat kecil. Sistem ini
mempertahan-kan hidup manusia dengan memastikan tubuh memanfaatkan makanan yang
dikonsumsi semaksimal mungkin.
Pernapasan
Sistem pernapasan didasarkan pada
keteraturan yang rumit. Udara dingin atau kotor yang kita hirup dapat berdampak
buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, udara harus dihangatkan dan dibersihkan
sebelum dihi-rup. Hidung kita diciptakan sesuai untuk pekerjaan ini. Bulu dan
selaput lendir pada dinding lubang hidung menyaring udara dengan menangkap
partikel debu di dalamnya. Sementara itu, udara dihangatkan ketika mengalir
sepanjang lubang hidung. Tulang-tulang hidung memiliki ben-tuk khusus, sehingga
udara yang terhirup baru akan menuju paru-paru setelah berputar beberapa kali
di dalam hidung dan menjadi hangat. Struktur yang memungkinkan udara mengalir
beberapa kali dalam sebu-ah tulang yang kecil pastilah merupakan hasil
perancangan. Jika manusia mencoba meniru efek ini, pengendalian pergerakan
udara hanya mung-kin terjadi melalui perhitungan yang rumit dan spesifik. Fakta
bahwa struktur khusus ini ada untuk memenuhi kebutuhan sistem lainyakni
membersihkan dan menghangatkan udara yang mengalir ke paru-paruadalah bukti
bahwa kedua sistem ini diciptakan secara khusus oleh Pencipta yang sama.
Setelah semua tahapan ini, udara sampai ke tabung pernapasan setelah
dilembapkan dan dibebaskan dari debu.
Kerangka
Kerangka adalah mukjizat rekayasa
tersendiri, yang merupakan sis-tem bangunan pendukung tubuh. Kerangka
melindungi organ-organ utama seperti otak, jantung dan paru-paru, dan mewadahi
organ-organ bagian dalam. Kerangka melengkapi tubuh manusia dengan kemampuan
bergerak yang unggul, yang tidak dapat ditiru oleh mekanisme tiruan apa pun.
Jaringan tulang bukanlah anorganik sebagaimana yang disangka orang. Jaringan
tulang adalah tempat penyimpanan mineral pada tubuh yang terdiri atas berbagai
mineral penting seperti kalsium dan fosfat. Sesuai dengan kebutuhan tubuh, kerangka
menyimpan mineral tersebut atau mengirimkannya ke tubuh. Di samping itu semua,
tulang belulang juga memproduksi sel darah merah.
Selain pemfungsiannya yang sempurna
dan seragam, kerang-ka juga disusun oleh tulang-belu-lang dengan struktur luar
biasa. Karena bertugas menunjang dan melindungi tubuh, tulang dicip-takan
dengan kemampuan dan kekuatan untuk memenuhi fung-si tersebut. Kondisi terburuk
yang mungkin terjadi juga sudah dipertimbangkan. Misalnya, tu-lang paha dapat
membawa beban seberat satu ton pada saat tegak lurus. Yang mengejutkan, pada
setiap langkah, tulang membawa beban sebesar tiga kali berat tu-buh. Ketika
seorang atlet melaku-kan loncat galah dan mendarat di tanah, setiap sentimeter
persegi tulang pinggulnya mendapat tekanan sebesar 1400 kilogram. Apa yang
membuat struktur ini, yang terbentuk oleh pembelahan dan penggandaan sebuah sel
induk, menjadi begitu kuat? Ja-waban pertanyaan ini tersembu-nyi dalam
penciptaan tulang yang tiada bandingannya.
Sebuah contoh dari teknologi masa
kini akan menolong menje-laskan hal ini lebih jauh. Kon-struksi bangunan yang
besar dan tinggi menggunakan sistem tangga-tangga. Unsur-unsur pendukung
konstruksi dalam teknik ini tidak berstruktur monolitis, teta-pi terdiri atas
palang yang malang melintang, membentuk tangga. Mela-lui perhitungan rumit yang
hanya dapat dilakukan komputer, kita dapat membangun jembatan dan pabrik yang
lebih kuat dan lebih murah.
Struktur-dalam tulang mirip dengan
sistem tangga-tangga yang digunakan pada konstruksi jembatan dan menara
tersebut. Satu-satunya perbedaan yang penting adalah bahwa sistem tulang lebih
rumit dan lebih canggih daripada rancangan manusia. Dengan sistem ini, tulang
sangatlah kuat, tetapi cukup ringan sehingga nyaman digunakan oleh manusia.
Andai saja yang terjadi adalah sebaliknya — andai bagian-dalam tulang itu keras
dan penuh sebagaimana bagian-luarnya — tulang akan terlalu berat untuk dibawa
manusia dan akan mudah pecah atau retak oleh hantaman ringan karena strukturnya
keras dan kaku.
Rancangan tulang yang sempurna
membantu kita menjalani kehi-dupan dengan mudah. Bahkan kita melakukan
pekerjaan yang sulit tanpa perlu merasa sakit. Keistimewaan lain struktur
tulang adalah ke-lenturannya pada beberapa bagian tubuh. Misalnya, selain melindungi
organ utama tubuh seperti jantung dan paru-paru, tulang rusuk juga da-pat
mengembang dan mengempis agar udara dapat bergerak keluar-masuk paru-paru.
Elastisitas tulang dapat berubah pada
masa tertentu. Misalnya pada wanita, tulang pinggul memanjang pada bulan-bulan
terakhir kehamilan dan bergerak saling menjauh. Ini sangat penting, sebab
dengan adanya pemanjangan ini, saat dilahirkan, kepala bayi dapat keluar dari
rahim ibu tanpa remuk.
Aspek-aspek keajaiban tulang tidak
terbatas pada hal-hal di atas. Selain kelenturan, daya tahan, dan
keringanan-nya, tulang juga mampu memperbaiki diri. Ka-lau ada tulang yang
patah, manusia tinggal men-jaga agar tulang ini tidak bergerak, sementara
tulang memperbaiki dirinya sendiri. Jelaslah bahwa proses ini, seperti
proses-proses lain dalam tubuh, merupakan proses yang sangat kompleks dan
melibatkan kerja sama antara jutaan sel.
Hal penting lain yang patut
direnungkan adalah kemampuan gerak kerangka tubuh. Pada setiap langkah,
ruas-ruas tulang belakang yang menyusun tulang punggung kita bergerak saling
menimpa. Gerakan dan gesekan yang terus-menerus antara ruas-ruas tulang ini
semestinya menyebabkan aus pada tulang bela-kang. Untuk mencegah hal ini, di
antara ruas-ruas tulang belakang terdapat tulang rawan yang berbentuk cakram,
yang disebut “piringan sendi”. Piringan sendi ini berfungsi sebagai pe-redam
kejut. Pada setiap langkah, ada gaya yang dikenakan tanah pada tubuh sebagai
reaksi terhadap berat tubuh. Gaya ini tidak merusak tubuh karena adanya peredam
kejut ini, yang bentuk melengkungnya dapat “mendistribusikan gaya”. Tanpa
adanya kelenturan tulang belakang dan struktur khusus yang mengurangi gaya
reaksi tanah ini, gaya yang dikenakan tanah akan langsung diteruskan ke tulang
tengkorak dan ujung atas tulang belakang akan menghancurkan tengkorak dan
menembus otak.
Jejak-jejak penciptaan juga terlihat
pada permukaan persendian. Sendi tulang tidak perlu dilumasi meskipun bergerak
terus-menerus sepanjang usia manusia. Para ahli biologi melakukan penelitian
untuk menemukan penyebabnya: bagaimana gesekan pada persendian tersebut
diatasi?
Para ilmuwan menemukan bahwa masalah
ini terpecahkan oleh suatu sistem, yang dapat dipandang sebagai “keajaiban
penciptaan yang mutlak”. Permukaan sendi yang terkena gesekan diselimuti oleh
lapisan tulang rawan tipis yang berpori. Di bawah lapisan ini terdapat zat
pelumas. Ketika tulang menekan sendi, zat pelumas ini menyembur melalui
pori-pori tadi dan menyebabkan permukaan sendi menjadi licin “seolah-olah
berada di atas minyak”.
Semua ini menunjukkan bahwa tubuh
manusia merupakan hasil perancangan yang sempurna, dan penciptaan yang unggul.
Perancangan sempurna ini membantu manusia membuat beraneka ragam gerakan secara
tangkas dan mudah.
Bayangkan saja andai segala sesuatu
tidak begitu sempurna dan seluruh kaki terbentuk dari satu tulang panjang.
Tentulah kita akan sulit berjalan dan tubuh kita akan canggung dan susah
bergerak. Duduk pun akan sukar, dan tulang kaki akan mudah patah karena
mengalami gaya tekan selama pergerakannya. Namun kenyataannya, kerangka tubuh
manusia memiliki struktur yang memungkinkan segala jenis gerakan tubuh.
Allah telah menciptakan, dan masih
terus menciptakan semua keisti-mewaan kerangka tubuh. Allah mengajak manusia,
yang telah dicipta-kan-Nya, untuk memikirkan hal ini: …Perhatikanlah dengan
saksama, bagaimana tulang-tulang Kami susun dan bagaimana Kami menyeli-mutinya
dengan daging…. (QS. Al Baqarah, 2:259)
Manusia harus merenungkan hal ini,
merasakan kekuasaan Allah yang telah menciptakannya, serta bersyukur
kepada-Nya. Jika tidak demikian, dia akan sangat merugi. Allah, yang
menciptakan tulang-tulang dan menyelimutinya dengan daging, mampu mengulang
penciptaannya. Ini dinyatakan dalam ayat:
“Tidakkah manusia melihat bagaimana Kami
menciptakannya dari setetes mani, namun kemudian menjadi penentang yang nyata!
Mereka membuat perumpamaan tentang Kami dan melupakan penciptaan dirinya
sendiri, dan mengatakan, “Siapa yang akan menghidupkan tulang-tulang ini jika
mereka telah menjadi abu?” Katakanlah, “Tulang-tulang itu akan dihidupkan
kembali oleh Dia yang menciptakan-Nya pertama kali. Dia Maha Mengetahui atas
segala makhluk-Nya.” (QS. Yaasin, 36: 77-79) !
Koordinasi Tubuh
Dalam tubuh manusia, semua sistem
bekerja secara serentak dan terkoordinasi serta sepenuhnya serasi untuk suatu
tujuan yang pasti, yakni agar tubuh tetap hidup. Gerakan terkecil yang kita
lakukan setiap hari sekalipun, seperti bernapas dan tersenyum, merupakan hasil
koordinasi yang sempurna dalam tubuh manusia.
Di dalam tubuh kita terdapat suatu jaringan
terkoordinasi yang sangat rumit dan lengkap, yang bekerja tanpa henti.
Tujuannya adalah kesinambungan kehidupan. Koordinasi ini terutama terlihat
dalam sistem gerak tubuh, karena untuk gerakan terkecil pun, sistem kerangka
tubuh, otot, dan sistem saraf harus bekerja sama dengan sempurna.
Prasyarat koordinasi tubuh adalah
adanya sistem penyampaian informasi yang benar. Hanya dengan penyampaian
informasi yang benarlah, dapat dibuat penilaian yang baru. Untuk melakukan
penilaian ini, suatu jaringan kecerdasan yang sangat canggih bekerja dalam
tubuh manusia.
Untuk melakukan suatu tindakan yang
terkoordinasi, pertama harus diketahui lebih dahulu organ-organ tubuh yang
terlibat serta hubungan di antaranya. Informasi ini berasal dari mata,
mekanisme keseimbangan di telinga dalam, otot, sendi, dan kulit. Setiap detik,
miliaran informasi di-proses dan dievaluasi, lalu keputusan baru diambil sesuai
dengan infor-masi tersebut. Manusia bahkan tidak menyadari proses yang terjadi
sa-ngat cepat di dalam tubuhnya ini. Dia hanya bergerak, tertawa, menangis,
berlari, makan, dan berpikir. Dia tak perlu bersusah-payah untuk melaku-kan
berbagai tindakan ini. Untuk sebuah senyum ringan pun, ada tujuh belas otot
yang harus bekerja sama secara serentak. Kalau ada satu saja di antara
otot-otot tersebut tidak berfungsi atau gagal fungsi, ekspresi wajah pun
berubah. Untuk berjalan, 54 otot pada kaki, tungkai, paha, dan punggung harus
bekerja sama.
Ada miliaran reseptor mikroskopis
dalam otot dan sendi yang memberikan informasi tentang kondisi tubuh. Pesan
dari reseptor sampai ke sistem saraf pusat dan perintah baru dikirimkan ke otot
sesuai dengan penilaian yang dibuat.
Kesempurnaan koordinasi tubuh ini
dapat lebih dipahami melalui contoh berikut. Untuk mengangkat tangan saja, pundak
harus dibeng-kokkan, otot lengan belakang dan depan - disebut “trisep” dan
“bisep” - harus dikerutkan dan diregangkan, dan otot-otot di antara siku dan
pergelangan tangan harus memelintir pergelangan tangan. Dalam setiap bagian
gerakan, jutaan reseptor di dalam otot segera menyampaikan informasi ke sistem
saraf pusat mengenai posisi otot tersebut. Sebagai tanggapannya, sistem saraf
pusat memberi tahu otot-otot tersebut tentang apa yang perlu dilakukan
berikutnya. Tentu saja manusia tidak menya-dari satu pun proses ini. Manusia
hanya berkeinginan mengangkat ta-ngannya, dan segera melakukannya.
Sebagai contoh, untuk menjaga agar
badan tegap, banyak paket in-formasi yang diperoleh dari miliaran reseptor di
dalam otot lengan, kaki, tulang punggung, perut, dada, dan leher dievaluasi dan
perintah yang sama banyaknya diberikan kepada otot setiap detik.
Kita juga tidak perlu bersusah-payah
untuk berbicara. Manusia tidak pernah merencanakan sejauh apa pita-pita suara
terpisah, seberapa sering pita-pita ini harus bergetar, bagaimana urutannya,
berapa sering dan ratusan otot yang mana di dalam mulut, lidah, dan
kerongkongan yang harus dikerutkan dan diregangkan. Manusia juga tidak
menghitung berapa liter udara yang harus dihirup ke dalam paru-paru, seberapa
cepat dan dalam frekuensi berapa udara ini harus diembuskan. Kita tidak akan
mampu melakukannya andaipun kita mau. Satu kata yang diucapkan dari mulut pun
merupakan hasil kerja sama beberapa sistem, mulai dari sistem pernapasan hingga
sistem saraf, dari otot hingga tulang.
Apa yang terjadi jika koordinasi ini
terganggu? Ekspresi lain mung-kin akan muncul pada wajah kita ketika kita ingin
tersenyum, atau kita mungkin tidak mampu berbicara atau berjalan sesuai
keinginan kita. Namun, kenyataannya kita bisa tersenyum, berbicara, berjalan
semau kita tanpa ada gangguan, karena segala sesuatu yang disebutkan di sini
tercapai sebagai hasil Penciptaan, yang secara logika mengharuskan adanya
“kekuatan dan tenaga yang tak terhingga”.
Oleh karena itulah, manusia
seharusnya selalu ingat bahwa eksis-tensi dan hidupnya ini ada berkat
Penciptanya, Allah. Tidak ada alasan bagi manusia untuk bersikap angkuh atau
sombong. Kesehatan, kecan-tikan, atau kekuatannya bukanlah hasil kerjanya
sendiri, dan ini semua tidak diberikan selamanya. Ia tentu saja akan menjadi
tua, kehilangan kesehatan dan kecantikannya. Di dalam Alquran, hal ini
dinyatakan sebagai berikut:
“Dan apa saja yang diberikan kepada
kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa
yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka, apakah kamu tidak
memahaminya?” (QS. Al Qashash, 28: 60) !
Jika ingin mendapatkan kedudukan
seperti tersebut dalam ayat di atas, kekal di alam akhirat, manusia harus
bersyukur kepada Allah atas semua kenikmatan yang telah dilimpahkan kepadanya
dan menempuh kehidupan sesuai dengan perintah-Nya.
Sebagaimana terlihat dalam
contoh-contoh tadi, semua organ dan sistem dalam tubuh manusia mengandung
sifat-sifat yang menakjubkan. Manakala sifat-sifat ini diteliti, manusia akan
melihat keseimbangan-keseimbangan rumit yang mendasari keberadaan dirinya,
keajaiban dalam penciptaan dirinya, dan akan memahami kembali keagungan seni
Allah, sebagaimana dicontohkan dalam diri manusia.
Hati
Hati yang terletak di sebelah kanan
atas rongga perut berfungsi sebagai penyaring istimewa di dalam sistem
peredaran darah. Sementara ginjal menyaring kelebihan zat-zat sederhana yang
terlarut dalam air, hati membersihkan kelebihan zat-zat kompleks seperti obat
dan hormon.
Menunjang logistik sistem kekebalan:
Hati tidak hanya berfungsi sebagai penyaring makanan dan kelebihan proses
metabolisme, tetapi juga memproduksi globulin (zat kekebalan) dan enzim
(kumpulan zat yang dapat memperbaiki pembuluh darah).
Membersihkan bakteri: Sel-sel Kupffer
di hati menelan bakteri yang terdapat dalam darah yang melewati hati, terutama
darah dari usus. Kalau jumlah partikel atau produk samping dalam darah
meningkat, sel-sel Kupffer juga akan bertambah jumlahnya untuk menyaring dan
memisahkan zat-zat ini dari darah.
Menghasilkan sumber energi tubuh:
Salah satu fungsi hati yang paling utama adalah produksi glukosanya, yang
merupakan sumber energi utama metabolisme.
Glukosa yang diterima setiap hari
dari makanan diubah menjadi glikogen dan disimpan dalam hati. Hati
terus-menerus mengendalikan kadar glukosa darah. Selagi tidak ada makanan masuk
di antara waktu makan dan kadar gula darah mulai menurun, hati mengubah
simpanan glikogen menjadi glukosa dan membebaskannya ke dalam darah. Dengan
demikian, kadar glukosa tidak diperbolehkan menurun secara drastis. Hati juga
dapat memproduksi glukosa dari asam lemak dan asam amino, sebagaimana hati
dapat mengubah jenis karbohidrat lain - yang tidak digunakan dalam memproduksi
energi - menjadi glukosa.
Menyimpan darah: Hati memiliki
struktur yang dapat mengembang atau mengempis. Dengan kemampuan ini, hati dapat
menyimpan maupun membebaskan darah ke pembuluh darah halus.
Dalam tubuh yang sehat, hati dapat
menyimpan hingga 10% total darah dalam tubuh atau sekitar 450 mililiter darah.
Dalam beberapa kondisi, misalnya ketika terdapat kelainan jantung, jumlah darah
yang beredar dalam tubuh menjadi terlalu banyak sehingga membebani jan-tung,
yang harus memompanya ke seluruh tubuh. Dalam kondisi seperti ini, hati
menggandakan kapasitas penyimpanan darahnya, sehingga mampu menyimpan hingga 1
liter darah. Dengan demikian, hati me-mungkinkan jantung bekerja pada rentang
kerja yang aman.
Jika kebutuhan darah meningkat
(misalnya saat berolahraga), hati akan membebaskan darah yang disimpannya ke
dalam sistem peredaran dan memenuhi kebutuhan darah tubuh.
Bekerja hemat: Ketika glukosa
dikonsumsi otot, asam laktat sebagai suatu kelebihan metabolisme akan
dihasilkan. Selama berada dalam otot, asam laktat menyebabkan rasa nyeri dan
menghambat pergerakan otot. Hati mengumpulkan asam ini dari otot dan dapat
mengubahnya kembali menjadi glukosa.
Memproduksi sel darah merah baru dan
menggantikan sel darah mati: Limpa dan hati adalah tempat sel darah merah diproduksi
untuk mengganti sel-sel darah merah mati, dan juga tempat sebagian besar
protein diuraikan dan digunakan kembali sebagai asam amino untuk berbagai
tujuan. Hati adalah organ tubuh tempat disimpannya zat besi, yang berperan
penting dalam tubuh.
Hati merupakan cadangan tubuh yang
paling lengkap. Semua mineral, protein, sejumlah kecil lemak, dan vitamin
disimpan dalam hati. Bilamana perlu, hati mengirim zat yang tersimpan ke bagian
tubuh yang memerlukannya dengan cara sesingkat mungkin. Hati secara cermat
mengontrol apakah tubuh memiliki cukup energi, melalui sistem yang cerdas.
Semua organ di dalam tubuh terkait dengan hati.
Mampu memperbaiki dirinya sendiri:
Hati mampu memperbaiki dirinya sendiri. Jika bagian tertentu rusak, sel-sel
lainnya akan mengganti bagian yang rusak ini dengan cara segera meningkatkan
jumlahnya. Jika dua pertiga organ ini diamputasi pun, bagian yang tersisa dapat
membentuk dan melengkapi hati hingga utuh kembali.
Ketika sedang memperbaiki diri, organ
ini mengeluarkan sel-sel yang rusak atau mati dari lingkungannya dan
menggantikannya dengan sel-sel baru. Sel hati terbentuk secara khusus, sehingga
mampu menjalan-kan lebih dari 500 operasi sekaligus. Hati biasanya menjalankan
semua operasi ini tidak secara berurutan tetapi secara bersamaan.
Kulit
Kulit merupakan jaringan yang luas,
tetapi tetap merupakan satu bagian yang integral. Kulit mampu meningkatkan dan
menurunkan suhu tubuh, kokoh namun sangat indah, dan melindungi tubuh secara
efektif terhadap pengaruh lingkungan.
Seperti struktur lain, jarngan kulit
merupakan organ penting dan ketidakhadirannya akan membahayakan hidup manusia.
Luka pada satu bagian saja, jika menyebabkan kehilangan cairan tubuh, dapat
mengaki-batkan kematian. Dengan keistimewaan yang dimilikinya, kulit adalah
organ yang dapat menyangkal teori evolusi sendirian. Makhluk hidup tidak
mungkin dapat bertahan hidup bilai jaringan kulit belum tersusun atau baru
tersusun sebagian, walaupun organ-organ yang lain telah terbentuk. Hal ini
menunjukkan bahwa semua bagian tubuh makhluk hidup telah dibentuk utuh dan
sempurna pada saat yang bersamaan. Artinya, bagian-bagian tubuh tersebut telah
diciptakan.
Di bawah kulit yang tersusun dari
beberapa struktur yang sangat berbeda, terdapat lapisan yang tersusun dari
lipida. Lapisan lipida ini berfungsi sebagai penyekat terhadap panas. Di atas
lapisan ini terdapat bagian yang tersusun dari protein, yang menyebabkan kulit
bersifat elastis.
Pada kedalaman satu sentimeter di
bawah kulit, terdapat lapisan-lapisan yang dibentuk oleh lipida dan protein,
yang mengandung ber-macam-macam pembuluh. Gambaran ini tidak indah, bahkan
menakut-kan. Kulit menutupi struktur-struktur tersebut, memberikan keindahan
pada tubuh dan melindungi diri kita dari pengaruh lingkungan. Semua hal itu
sudah cukup untuk menunjukkan betapa pentingnya keberadaan kulit bagi tubuh
kita.
Kulit memiliki fungsi-fungsi yang
sangat penting bagi tubuh kita. Beberapa di antaranya adalah:
Kulit mencegah gangguan keseimbangan
cairan dalam tubuh: Kedua sisi epidermis (lapisan luar kulit) bersifat kedap
air. Keistimewaan ini digunakan untuk mengontrol konsentrasi cairan dalam
tubuh. Kulit adalah organ yang lebih penting dari telinga, hidung, bahkan mata.
Kita dapat tetap hidup tanpa organ indriawi lain, tetapi manusia tidak mung-kin
dapat bertahan hidup tanpa kulit. Tanpa kulit, tidak mungkin air, sebagai
cairan terpenting bagi tubuh manusia, dapat disimpan dalam tubuh.
Kulit bersifat kuat dan lentur:
Sebagian besar sel epidermis adalah sel mati. Sebaliknya, dermis tersusun atas
sel-sel hidup. Nantinya, sel-sel epidermis mulai kehilangan ciri-ciri seluler
dan berubah menjadi zat yang keras disebut keratin. Keratin merekatkan sel-sel
mati tersebut dan membentuk pelindung bagi tubuh. Mungkin terpikir bahwa kita
akan lebih terlindung bila keratin lebih tebal dan keras, tetapi sesungguhnya
tidaklah demikian. Bila kulit kita sekeras dan setebal kulit badak, kita akan
kehilangan keleluasaan dalam bergerak.
Pada makhluk hidup apa pun, kulit
tidak pernah lebih tebal dari yang dibutuhkan. Struktur kulit memiliki
keseimbangan dan kontrol yang sangat baik. Misalkan sel-sel epidermis mati
terus-menerus dan tidak pernah berhenti. Pada kondisi ini, kulit kita akan
terus menebal, dan menjadi setebal kulit buaya. Namun, hal ini tidak pernah terjadi.
Tebal kulit selalu pas. Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Bagaimana sel-sel
kulit mengetahui pada ketebalan mana proses kematian sel harus berhenti?
Sangat tidak masuk akal bila kita
menyatakan bahwa sel-sel dalam jaringan kulit mampu menentukan sendiri kapan
mereka harus berhenti, atau bahwa semua hanyalah kebetulan. Struktur kulit
menunjukkan desain yang jelas, dan tiada keraguan Allah yang Maha Memelihara
seluruh dunia, Yang Maha Esa, yang menciptakan semua rancangan ini.
Kulit memiliki mekanisme untuk
mendinginkan suhu tubuh pada cuaca panas: Dermis (lapisan di bawah epidermis)
dikelilingi pembuluh-pembuluh yang sangat tipis, yang tidak hanya mengalirkan
nutrisi ke kulit, tetapi juga mengawasi kadar darah di dalamnya. Ketika suhu
tubuh meningkat, pembuluh darah halus akan mengembang dan membantu agar darah
yang terlalu panas dapat diangkut ke lapisan luar kulit, yang relatif lebih
dingin, dan panas akan dilepaskan. Mekanisme lain untuk mendinginkan tubuh
adalah berkeringat: kulit manusia memiliki banyak lubang kecil yang biasa
disebut pori-pori. Pori-pori ini mencapai lapisan terbawah kulit, tempat adanya
kelenjar keringat. Kelenjar ini akan mengeluarkan air (yang didapat dari darah)
melalui pori-pori sebagai keringat. Keringat ini menggunakan panas tubuh untuk
menguap, se-hingga suhu tubuh pun menurun.
Kulit mempertahankan panas di dalam
tubuh pada cuaca dingin: Pada cuaca dingin, kegiatan kelenjar keringat melambat
dan pembuluh darah halus menyempit. Hal tersebut akan menurunkan peredaran
darah di bawah kulit, dan ini mencegah terlepasnya panas dari tubuh.
Semua gambaran di atas menunjukkan
bahwa kulit adalah organ yang sempurna, yang secara khusus diciptakan untuk
memudahkan kehidupan kita. Kulit melindungi kita, berfungsi sebagai pendingin
dan pemanas, dan memudahkan pergerakan tubuh karena sifatnya yang lentur. Dan
lebih dari semua itu, kulit sangat indah dilihat.
Kita bisa saja memiliki kulit yang
tebal dan kasar. Kita dapat pula memiliki kulit yang tidak lentur, yang akan
retak bila kita menjadi gendut. Kita dapat memiliki kulit yang bisa menyebabkan
kita pingsan kepanasan pada musim panas atau menyebabkan kita beku di musim
dingin. Namun, Allah yang telah menciptakan kita, telah menutupi tubuh kita
dengan sangat baik dan indah. Dialah “Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang
Membentuk Rupa.” (QS. Al Hasyr, 59: 24).
Jantung
Jantung adalah bagian terpenting pada
sistem peredaran darah, menghubungkan 100 triliun sel pada tubuh manusia satu
demi satu. Jantung memiliki empat ruangan yang memompa darah bersih
(kaya-oksigen) dan darah kotor (kaya-karbondioksida) ke berbagai bagian tubuh
tanpa tercampur. Katupnya berfungsi sebagai pengaman. Jantung bergantung pada
keseimbangan yang sangat rapuh.
Jantung kita, yang tidak pernah
berhenti berdenyut selama kita hidup, adalah salah satu bukti ciptaan Allah
yang paling jelas.
Jantung mulai berdenyut semenjak bayi
berada dalam rahim ibunya, dan akan bekerja tanpa henti seumur hidup, dengan
irama 70-100 denyut per menit. Jantung hanya beristirahat selama setengah detik
antara setiap denyut dan ia berdenyut kira-kira 10.000 kali dalam sehari. Kalau
melihat rentang umur manusia, kita akan mendapatkan angka yang sangat sukar
dihitung.
Semua struktur jantung, yang urutan
kerjanya teramat rumit, diran-cang secara khusus. Di dalam jantung, setiap
detail telah dipertimbang-kan: darah bersih dan darah kotor tidak saling
bercampur, pengaturan te-kanan tubuh, kerja yang dibutuhkan untuk mengantar
nutrisi ke seluruh tubuh, dan sistem-sistem yang memompa darah hanya sebanyak yang
di-butuhkan. Jantung dirancang sesuai dengan semua kebutuhan tersebut.
Di dalam jantung, yang merupakan
keajaiban perancangan, terdapat sistem yang begitu rumit, tidak mungkin ia
terbentuk secara kebetulan. Semua kemampuan ini menghadirkan bagi kita perancangnya,
yaitu Allah Pemelihara seluruh alam, Yang menciptakan tanpa cacat dan tanpa
contoh.
Beberapa ciri-ciri jantung adalah
sebagai berikut:
Jantung terletak di tempat yang
sangat terlindung di dalam tubuh: Jantung yang merupakan salah satu organ terpenting,
dirancang khusus untuk ditempatkan di dalam rongga dada sehingga terlindung
dari luar.
Darah bersih tidak bercampur dengan
darah kotor: Di dalam jan-tung, darah bersih dan darah kotor senantiasa
bergerak. Suatu jaringan khusus membagi jantung menjadi empat ruangan yang
berbeda-beda. Ba-gian atas terdiri atas serambi kanan dan kiri yang merupakan
ruang pen-gisian. Serambi mengalirkan darah ke bilik di bawahnya. Berkat
peng-aturan yang rapi, darah bersih dan darah kotor tidak pernah bercampur.
Jantung mengatur tekanan darah
sehingga tidak membahayakan organ tubuh: Jantung bekerja tidak seperti satu
pompa tunggal, tetapi seperti dua pompa yang berdampingan, yang me-miliki bilik
dan serambi sendiri-sendiri. Pemisahan ini juga membagi dua sistem peredaran
darah. Bagian kanan jantung mengirim darah bertekanan rendah ke paru-paru,
sedangkan bagian kiri me-mompakan darah bertekanan tinggi ke seluruh tubuh.
Pengaturan tekanan ini sangat penting, sebab jika darah yang dipompakan ke
paru-paru memiliki te-kanan sama dengan darah yang dikirim ke seluruh tubuh,
paru-paru dapat pe-cah karena tidak kuat menahan tekanan. Keseimbangan yang
sempurna pada jantung tidak memungkinkan masalah seperti ini terjadi di
paru-paru, karena jantung telah dirancang tanpa cacat.
Jantung berfungsi sebagai alat
transportasi beberapa bahan yang dibutuhkan organ tubuh: Darah bersih dari
jantung diangkut ke jaringan mela-lui aorta. Darah yang mengandung ba-nyak
oksigen tersebut disalurkan ke seluruh sel melalui pembuluh darah. Selama beredar
di dalam pembuluh kapiler, darah tidak hanya menyalur-kan oksigen, tetapi juga
zat lain, seperti hormon, makanan, dan beberapa jenis yang lain ke jaringan.
Jantung memiliki katup yang mengatur
arah aliran darah dan bekerja dengan sangat serasi: Di dalam jantung terdapat
katup pada setiap ruangan, yang mencegah darah mengalir ke arah berlawanan.
Katup antara bilik dan serambi terbuat dari jaringan berserat dan dilekatkan
oleh otot yang sangat tipis. Jika salah satu otot tidak berfungsi, darah
berlebih akan bocor memasuki serambi. Hal ini dapat mengakibat-kan penyakit
jantung, bahkan bisa menyebabkan kematian. Kondisi se-perti ini hanya dijumpai
dalam orang yang mengidap penyakit.
Jantung memompakan sejumlah darah
yang diperlukan, menuruti kondisi yang berubah-ubah: Jumlah darah yang
dipompakan oleh jan-tung berubah sesuai kebutuhan tubuh. Dalam kondisi normal,
jantung berdenyut 70 kali per menit. Pada saat tubuh berolahraga dan otot
me-merlukan oksigen lebih banyak, jantung meningkatkan pompaan darah sampai 180
kali per menit. Apa yang terjadi andai jantung tidak berfungsi seperti ini?
Andai jantung bekerja dengan kecepatan pemompaan yang normal di saat tubuh
memerlukan lebih banyak energi, keseimbangan akan terganggu dan tubuh dapat
cedera. Akan tetapi, hal seperti itu tidak terjadi karena struktur jantung
sangat sempurna. Tanpa perlu manusia mengaturnya, jantung sudah mengatur
sendiri jumlah darah yang ia pompakan.
Meski tidak dikendalikan manusia,
jantung berfungsi sebagai-mana mestinya: Jumlah darah yang dipompa jantung
dikendalikan oleh sebuah sistem saraf khusus. Saat kita tidur maupun terjaga,
sistem saraf kita dengan sendirinya mengatur jumlah darah yang dipompa dan
kece-patan pompaan. Sungguh sempurna struktur jantung yang mengatur kapan, di
mana, dan bagaimana darah diperlukan. Karena jantung tidak mungkin bisa
membentuk sistem sendiri dan karena sistem yang sempur-na ini tidak mungkin
terbentuk secara kebetulan, ini menunjukkan bahwa jantung diciptakan. Allah,
yang memiliki pengetahuan tak terbatas, me-rancangnya dengan sangat sempurna.
Jantung bekerja dengan sistem
elektrik khusus: Otot yang membu-at jantung berdenyut (dikenal sebagai otot
jantung) berbeda dengan otot lain dalam tubuh. Sel otot biasa berkontraksi
ketika dirangsang oleh sis-tem saraf, sedangkan otot jantung mengerut dengan
sendirinya. Sel otot jantung mampu memulai dan menyebarkan arus listrik
sendiri. Meski-pun setiap sel memiliki kemampuan ini, tak ada yang mengerut
sendiri-sendiri dan melawan perintah dari sistem yang mengendalikannya. Dengan
kata lain, sel-sel tersebut tidak pernah menimbulkan kekacauan yang mengganggu
kerja jantung. Saat sebagian sel mengerut, sebagian yang lain beristirahat.
Sel-sel yang membentuk rantai ini bertindak ber-sama-sama sesuai tiap perintah
yang diberikan oleh sistem. Lagi-lagi, sebuah keserasian yang sangat sempurna
tengah berlangsung.
Seperti terlihat dalam ciri-cirinya,
struktur jantung memperlihatkan kesempurnaan rancangan, bahwa ia diciptakan,
sehingga mengharuskan adanya Sang Pencipta. Hal ini menunjukkan kita kepada
Allah, Sang Pe-melihara dunia dan segala isinya, Yang tidak tampak, Yang
memperlihat-kan diri-Nya kepada kita melalui segala sesuatu yang
diciptakan-Nya.
“Demikian itu ialah Allah Tuhan kamu;
tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan
Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (QS. Al An'aam, 6: 102) !
Tangan
Tangan kita, yang dapat digunakan
untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengaduk secangkir teh, membuka
halaman surat kabar, atau menulis, telah dirancang sedemikian sempurna.
Ciri terpenting dari tangan adalah
kemampuannya untuk bekerja efisien dalam beragam kegiatan. Dengan dilengkapi
otot dan saraf yang sangat banyak, lengan membantu tangan kita untuk memegang
benda dengan erat atau longgar sesuai dengan kondisinya. Misalnya, tangan
manusia yang terkepal dapat memukul dengan pukulan seberat 45 kg. Sebaliknya,
tangan kita juga dapat merasakan melalui ibu jari dan jari telunjuk sehelai
kertas dengan ketebalan sepersepuluh milimeter.
Jelas, kedua tindakan ini sangat
berbeda sifatnya. Yang satu memer-lukan kepekaan, sedangkan yang lain
memerlukan kekuatan yang besar. Namun, kita tak perlu sedetik pun memikirkan
apa yang perlu kita lakukan ketika kita akan mengambil sehelai kertas dengan
kedua jari atau memukul dengan kepalan. Kita pun tak perlu memikirkan cara
menye-suaikan kekuatan tangan kita untuk kedua tindakan ini. Kita tak pernah
berkata, “Sekarang saya hendak memungut sehelai kertas. Saya akan menerapkan
kekuatan sebesar 500 g. Sekarang saya akan mengangkat seember air. Saya akan
menerapkan kekuatan sebesar 40 kg.” Kita tidak pernah repot-repot
memikirkannya.
Alasannya adalah tangan manusia
dirancang untuk melakukan se-mua tindakan ini secara simultan. Tangan
diciptakan bersamaan dengan seluruh fungsinya dan semua strukturnya yang
terkait.
Semua jari tangan memiliki panjang,
posisi, dan proporsi yang berse-suaian. Contohnya, kekuatan kepalan yang
dibentuk tangan yang memi-liki ibu jari normal itu lebih besar daripada
kekuatan kepalan yang diben-tuk tangan yang memiliki ibu jari pendek. Ini
karena, dengan panjang yang sesuai, ibu jari dapat menutupi jari-jari lainnya
dan membantu me-nambah kekuatan dengan mendukung jari-jari yang lain.
Ada banyak detail kecil pada struktur
tangan: misalnya, tangan memiliki struktur-struktur yang lebih kecil di samping
otot dan saraf. Kuku pada ujung jari bukanlah hiasan sepele yang tidak memiliki
fungsi. Ketika memungut jarum dari lantai, kita menggunakan kuku maupun jari.
Permukaan kasar pada ujung jari dan kuku membantu kita memu-ngut benda kecil.
Kuku memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatur tekanan kecil yang
dikerahkan jari pada benda yang dipegang-nya.
Keistimewaan khusus tangan lainnya
adalah tangan tidak pernah kelelahan.
Dunia kedokteran dan ilmu pengetahuan
bersusah-payah berusaha membangun tangan buatan. Sejauh ini, tangan-tangan
robot yang di-hasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi
ia tak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan kemam-puan
melakukan beragam pekerjaan.
Banyak pakar setuju bahwa kita tidak
bisa membuat tangan robot yang memiliki fungsi tangan yang lengkap. Insinyur
Hans J. Schneebeli yang merancang tangan robot, yang dikenal sebagai “Tangan
Karlsruhe”, menyatakan bahwa semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia
mengagumi tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai
kita dapat membuat tangan robot yang mampu mungkin melakukan sejumlah kecil
saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan manusia.
Biasanya, tangan manusia berfungsi
secara berkoordinasi dengan mata. Sinyal yang sampai ke mata diteruskan ke otak
dan tangan bergerak menurut perintah yang diberikan otak. Tentu saja, ini
berlangsung dalam waktu yang sangat singkat dan tak diperlukan usaha khusus
untuk me-lakukannya. Di lain pihak, tangan robot tidak dapat bergantung pada
penglihatan dan sentuhan. Untuk setiap gerakan diperlukan perintah yang
berbeda-beda. Selain itu, tangan robot tidak mampu melakukan bermacam-macam
fungsi. Contohnya, tangan robot untuk bermain piano tidak dapat memegang palu,
dan tangan robot untuk memegang palu tidak dapat memegang telur tanpa
memecahkannya. Beberapa tangan robot yang terakhir diproduksi hanya mampu
melakukan 2-3 gerakan bersamaan, tetapi ini masih sangat primitif jika
dibandingkan dengan kemampuan tangan manusia.
Ketika Anda memikirkan kedua tangan
yang bekerjasama secara harmonis, kesempurnaan tangan ini akan lebih gamblang
lagi.
Allah merancang tangan sebagai organ
khusus bagi manusia. De-ngan segala aspeknya, tangan manusia memperlihatkan
kesempurnaan dan keunikan seni ciptaan Allah.
Kesimpulan
Berbagai mekanisme menakjubkan dalam
tubuh manusia ini umum-nya berfungsi tanpa sepengetahuan atau kesadarannya
manusia. Detak jantung, fungsi hati, peremajaan kulit seluruhnya terjadi di
luar pengeta-huan langsung kita. Demikian pula halnya dengan ratusan organ
manusia lainnya yang tidak diuraikan di sini. Bahkan kita tidak menyadari bahwa
ginjal kita menyaring darah, lambung kita mencerna makanan yang kita makan,
gerakan usus kita, atau kerja paru-paru yang sempurna dalam membantu kita
bernapas.
Manusia baru menyadari betapa
berharganya tubuhnya ketika dia jatuh sakit dan organ tubuhnya tidak berfungsi.
Jadi, bagaimana mekanisme sempurna
ini ada pada tubuh manusia? Pertanyaan ini tidak terlalu sulit dijawab bagi
manusia beriman, yang me-miliki pengetahuan untuk memahami dan merasakan bahwa
tubuhnya telah “diciptakan”.
Pernyataan para pakar evolusi bahwa
tubuh ini terbentuk secara ke-betulan adalah pernyataan yang menggelikan,
karena mereka menyata-kan bahwa sejumlah peristiwa kebetulan dapat membentuk
suatu or-ganisme. Akan tetapi, tubuh manusia hanya dapat berfungsi jika seluruh
organnya utuh. Manusia tanpa ginjal, jantung, atau usus tidak bisa hidup.
Meskipun organ-organ ini ada, manusia tidak mampu bertahan hidup jika
organ-organ tersebut tidak berfungsi dengan baik.
Oleh karena itu, tubuh manusia
pastilah terbentuk secara utuh supa-ya dapat bertahan hidup dan meneruskan
kelangsungan hidup generasi-nya. Tubuh manusia “terbentuk secara bersamaan dan
sempurna” berarti manusia “diciptakan”.
“Kami telah menciptakan kamu, maka
mengapa kamu tidak mem-benarkan? Maka, terangkanlah kepadaku tentang nutfah
yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang
menciptakannya? Kami telah menentukan kematian di antara kamu, Kami sekali-kali
tidak dapat dihalalkan untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti
kamu dan menciptakan kamu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al
Waaqi'ah, 56: 57-61) !
SISTEM PERTAHANAN
Sebagaimana kita ketahui, masalah
pertahanan selalu ditempatkan sebagai prioritas utama pada sebuah negara demi
kelangsungan eksistensinya. Semua bangsa selalu mewaspadai semua gangguan
internal maupun eksternal, serangan, perang, dan aksi teroris. Hal inilah yang
menyebabkan besarnya alokasi anggaran biaya negara pada bidang pertahanan.
Angkatan bersenjata harus dilengkapi dengan pesawat tempur, kapal laut, dan
senjata paling mutakhir. Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah kekuatan
pertahanan harus selalu berada dalam keadaan siap-siaga yang tinggi.
Tubuh manusia dikelilingi banyak
musuh dan ancaman. Musuh itu adalah bakteri, virus, dan berbagai organisme
mikroskopis lainnya. Mereka ada di mana-mana: di udara yang kita hirup, air
yang kita minum, makanan yang kita makan, dan lingkungan yang kita huni.
Yang tidak disadari oleh kebanyakan
orang adalah bahwa tubuh manusia juga memiliki angkatan bersenjata tangguh yang
bertempur melawan musuh. Angkatan bersenjata itu disebut sistem kekebalan
tubuh. Sistem ini terdiri atas banyak “petugas” dan “tentara” dengan tugas yang
berbeda-beda, terlatih secara khusus, menggunakan teknologi canggih, dan
bertempur dengan senjata konvensional serta senjata kimia.
Setiap hari, bahkan setiap menit,
terjadi pertempuran abadi antara sistem kekebalan tubuh dan pasukan musuh, tetapi
kita tidak menya-darinya. Pertempuran ini bisa berupa pertempuran kecil-kecilan
dan lo-kal, juga bisa peperangan pada sekujur tubuh kita. Peperangan ini biasa
kita sebut penyakit.
Garis besar strategi peperangan ini
hampir tidak pernah berubah. Pihak musuh berupaya mengelabui lawannya dengan
menyamar saat menyerang ke dalam tubuh. Tubuh kita menugaskan pasukan
penyelidik terlatih untuk mengenali musuh. Setelah musuh dikenali,
diproduksilah senjata yang tepat untuk memusnahkan mereka. Kemudian, terjadilah
pertempuran jarak dekat, kekalahan pihak musuh, gencatan senjata, dan
pembersihan medan pertempuran. Langkah terakhir adalah penyim-panan semua data
dan informasi tentang musuh sebagai pencegahan terhadap kemungkinan serangan
selanjutnya….
Mari kita lihat lebih dekat jalannya
peperangan ini:
Tubuh Manusia: Benteng yang Terkepung
Tubuh manusia dapat diumpamakan
sebagai benteng yang terkepung oleh musuh. Musuh mencari segala macam cara
untuk menyerbu benteng ini. Kulit merupakan tembok benteng ini.
Zat keratin dalam sel kulit merupakan
rintangan yang tidak dapat ditembus bakteri dan jamur. Zat asing yang mencapai
kulit tidak dapat melewati tembok ini. Selain itu, walaupun lapisan luar kulit
yang mengandung keratin ini terus-menerus terkikis, kulit diperbarui lagi oleh
kulit baru yang tumbuh di bawahnya. Dengan demikian, tamu tak diundang yang
terjebak di antara lapisan kulit dibuang dari tubuh bersamaan dengan kulit
mati, selama berlangsungnya proses pembaruan kulit dari dalam ke luar. Musuh
hanya dapat masuk dari luka yang terjadi pada kulit.
Daerah Garis Depan
Salah satu jalan masuk virus ke dalam
tubuh manusia adalah udara. Musuh dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara yang
kita hirup. Akan tetapi, sekresi khusus dalam membran sel mukosa pada hidung
dan unsur-unsur pertahanan dalam paru-paru yang mampu menelan sel (fagosit)
akan menyambut musuh dan mengendalikan situasi sebelum bahaya meningkat.
Enzim-enzim pencernaan dalam asam lambung dan usus dua belas jari juga dapat
membasmi sejumlah besar mikroba yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan.
Perang Sesama Musuh
Ada beberapa jenis mikroba yang telah
menetap pada berbagai ba-gian tubuh manusia (misalnya kulit, lipatan kulit,
mulut, hidung, mata, saluran pernapasan atas, saluran pencernaan, alat kelamin),
tetapi tidak menimbulkan penyakit.
Ketika mikroba asing memasuki tubuh,
mikroba domestik ini meng-anggap habitatnya terancam dan tidak akan
menyerahkannya begitu saja. Mereka bertempur mati-matian. Mikroba domestik ini
adalah praju-rit profesional. Mereka mencoba melindungi wilayahnya demi
kelang-sungan hidup. Dengan demikian, pertahanan tubuh kita yang kompleks ini
diperkuat oleh bantuan mikroba domestik tersebut.
Tahap-Tahap Menuju Peperangan Besar
Bila penyusup mikroskopis yang masuk
ke dalam tubuh dapat melumpuhkan pengawal di garis depan maupun bakteri
domestik yang ada, genderang perang mulai ditabuh. Kemudian tubuh, dengan
organi-sasi pertahanan yang tertata rapi, melakukan peperangan dengan taktik
bertahan-dan-menyerang untuk melawan pasukan asing.
Proses peperangan yang dilakukan
sistem pertahanan tubuh terdiri atas:
Pengenalan musuh.
Penguatan sistem pertahanan dan
persiapan senjata untuk menyerang.
Penyerbuan dan pertempuran.
Pengentian peperangan dan kembali ke
keadaan normal.
Sel yang pertama kali bertemu musuh
adalah sel makrofag, yang memproduksi fagositosis, yang berfungsi menelan
musuh. Sel-sel ini terlibat dalam pertempuran jarak dekat dan perkelahian satu
lawan satu. Mereka bagaikan pasukan infantri yang melakukan perang bayonet melawan
unit-unit musuh dan berjuang jauh di garis depan.
Sel-sel makrofag juga berfungsi
sebagai unit intelijen atau agen raha-sia. Mereka menyimpan sebagian potongan
tubuh musuh yang telah dikalahkan. Potongan tubuh ini dipergunakan untuk
mengenali musuh dan meneliti ciri-cirinya. Makrofag memberikan potongan ini
kepada unit intelijen yang lain, sel T-messenger.
Tanda Bahaya
Bila suatu negara terlibat dalam
perang, negara tersebut akan mengumumkan mobilisasi umum. Hampir seluruh sumber
daya alam dan anggaran belanja negara digunakan untuk keperluan perang.
Perekonomian ditata ulang, disesuaikan dengan kondisi negara yang tidak biasa
ini dan seluruh negara terlibat dalam pergerakan ini. Dalam perang, tentara
pertahanan tubuh akan melawan bersama-sama, tanda bahaya akan dikumandangkan.
Tidakkah Anda ingin tahu bagaimana hal tersebut terjadi?
Bila musuh yang dihadapi lebih kuat,
barisan pertahanan (makrofag) yang melancarkan serangan ini mengeluarkan
senyawa khusus. Senyawa tersebut bernama “pirogen”, semacam panggilan tanda
bahaya. Setelah menempuh perjalanan jauh, “pirogen” akan sampai di otak dan
merangsang pusat peningkatan demam di otak. Selanjutnya, otak akan menghidupkan
tanda bahaya di dalam tubuh dan orang tersebut akan terserang demam. Pasien
yang demam tinggi secara alami akan merasa membutuhkan istirahat. Dengan
beristirahat, energi yang dibutuhkan tentara pertahanan di dalam tubuh tidak
dihabiskan oleh unsur tubuh yang lain. Sebagaimana kita lihat, suatu rencana
dan rancangan yang sangat kompleks sedang berjalan.
Tentara yang Bertugas Mulai Beraksi
Perang antara pengacau mikroskopis
dan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kompleks setelah terjadinya
mobilisasi, yaitu kita jatuh sakit dan beristirahat di tempat tidur. Pada tahap
ini, pasukan infantri (fagosit) dan pasukan kavaleri (makrofag) terbukti tidak
cukup. Seluruh tubuh menyalakan tanda bahaya dan perang semakin memanas. Pada
tahap ini, limfosit(sel-sel T dan B)turun tangan.
Tentara kavaleri (makrofag)
menyam-paikan informasi yang dimilikinya menge-nai musuh kepada sel-sel T yang
memban-tunya. Sel-sel kavaleri memanggil sel-sel T-sitotoksik dan sel-sel B ke
medan perang. Mereka ini adalah petarung yang paling efektif dalam sistem
kekebalan tubuh.
Produksi Persenjataan
Begitu sel-sel B mendapatkan
informasi tentang musuh, mereka lang-sung membuat persenjataan. Senjata-senjata
ini, seperti peluru balistik, dibuat khusus untuk menghancurkan musuh
berdasarkan informasi yang diperoleh. Pembuatan senjata ini sangat sempurna,
sehingga struk-tur tiga dimensi dari pengacau mikroskopis dan struktur tiga
dimensi dari senjata yang dihasilkan sepenuhnya cocok. Kesesuaiannya seperti
antara kunci dan gembok.
Antibodi maju mendekati musuh dan
mengapitnya kuat-kuat. Sete-lah tahap ini, musuh dilumpuhkan, seperti tank
menghancurkan meriam dan senapan. Kemudian, anggota lain sistem kekebalan tubuh
akan datang dan membasmi musuh yang telah dilumpuhkan tersebut.
Di sini terdapat hal yang penting
direnungkan: terdapat jutaan jenis musuh yang dihadapi sistem kekebalan tubuh.
Sel-sel B dapat mempro-duksi senjata yang sesuai dengan semua jenis musuh, apa
pun jenisnya. Ini berarti sistem kekebalan tubuh secara alami memiliki
pengetahuan dan kemampuan untuk memproduksi kunci yang sesuai dengan jutaan
jenis gembok. Sel-sel yang tidak mempunyai kesadaran ini memiliki ke-mampuan
untuk membuat jutaan jenis antibodi, dan mereka meng-gunakannya dengan baik.
Hal ini membuktikan adanya penciptaan oleh sang Pemilik kekuasaan yang sangat
tinggi.
Lebih jauh lagi, sistem ini sangat
rumit. Pada saat sel-sel B menghan-curkan musuh dengan senjata balistik yang
dimilikinya, sel-sel T-sitotok-sik juga sedang berjuang dalam perang sengit
melawan musuh. Bila virus-virus memasuki suatu sel, virus-virus tersebut dapat
bersembunyi dari senjata yang dihasilkan oleh sel-sel B. Sel T-sitotoksik dapat
menemu-kan sel-sel sakit tempat musuh menyamar dan bersembunyi, lalu
meng-hancurkan mereka.
Setelah Kemenangan
Setelah musuh dikalahkan, sel-sel
T-supresor akan mulai beraksi. Sel-sel ini memerintahkan barisan pertahanan
untuk mengadakan genjatan senjata, dan menyebabkan sel-sel T dan B menghentikan
kegiatannya. Dengan demikian, tubuh tidak terus-menerus berada dalam kondisi
mobilisasi yang sia-sia. Setelah perang berakhir, sebagian besar sel-sel T dan
B yang dihasilkan khusus untuk perang itu merampungkan daur hidupnya lalu mati.
Walaupun demikian, perang yang berat ini tidak dilupakan. Sebelum perang,
sedikit waktu diluangkan untuk mengenali musuh dan mempersiapkan segala yang
dibutuhkan. Bila musuh yang sama kembali, tubuh akan lebih siap. Sekelompok sel
memori, yang sudah mengetahui ciri-ciri musuh, akan terus bertugas dalam sistem
kekebalan tubuh hingga masa yang akan datang. Bila terjadi serangan kedua,
sistem kekebalan tubuh, dengan informasi yang terdapat pada sel-sel memori,
telah memiliki cara yang tepat untuk beraksi sebelum musuh menghimpun kekuatan.
Inilah sebabnya tidak terjangkiti campak dan cacar dua kali sesudah kita
terkena penyakit tersebut, yakni karena daya ingat sistem kekebalan tubuh yang
kita miliki.
Siapakah yang Menciptakan Sistem Ini?
Setelah melihat keterangan yang ada,
kita harus meluangkan waktu dan berpikir. Bagaimana sistem kekebalan tubuh yang
sangat sempurna ini, yang mempertahankan kelangsungan hidup kita, dapat muncul?
Ada rancangan sempurna yang bekerja. Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk
menjalankan rancangan ini lengkap adanya: makrofag, senyawa “pirogen”, pusat
peningkat demam di dalam otak, mekanisme pem-buatan demam pada tubuh, sel B,
sel T, senjata…. Bagaimana sistem yang sempurna ini muncul?
Tidak mengherankan, teori evolusi,
yang menyatakan bahwa makh-luk hidup muncul secara kebetulan, tidak dapat
menjelaskan bagaimana sistem yang kompleks ini dapat muncul. Teori evolusi
menyatakan bahwa makhluk hidup dan sistem kehidupan muncul langkah-demi-langkah
melalui akumulasi kebetulan-kebetulan yang kecil. Namun, sistem kekebalan tubuh
tidak mungkin berasal terjadi langkah-demi-langkah, bagaimanapun caranya. Bila
terjadi kekurangan atau kesalahan fungsi satu saja faktor yang membangun sistem
tersebut, sistem ini tidak dapat bekerja dan manusia tidak dapat hidup. Sistem
harus muncul secara utuh dan sempurna, beserta seluruh komponen yang
dibu-tuhkannya. Kenyataan ini menjadikan gagasan “kebetulan” tidak ada artinya.
Jadi, siapakah yang membuat rancangan
ini? Siapakah yang menge-tahui bahwa suhu tubuh harus meningkat dan demam? Bahwa
hanya dengan cara inilah energi yang dibutuhkan barisan pertahanan tubuh tidak
akan digunakan oleh bagian tubuh yang lainnya? Apakah makrofag? Makrofag
hanyalah sel-sel yang kecil. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk berpikir.
Mereka mahluk hidup yang patuh pada tatanan yang lebih tinggi, dan memenuhi
tugas yang diberikan.
Apakah ia manusia? Tentu bukan.
Manusia bahkan tidak sadar akan adanya sistem yang sangat sempurna ini bekerja
di dalam tubuh mereka. Akan tetapi, walaupun tidak disadari, sistem ini
melindungi kita dari kematian akibat penyakit.
Sangatlah jelas bahwa yang
menciptakan sistem kekebalan tubuh, dan yang menciptakan seluruh tubuh manusia,
harus-lah sang Pencipta yang memiliki pengetahuan dan kekuasaan yang sangat
tinggi. Pencipta itu adalah Allah, Dia yang mencip-takan tubuh manusia dari
“sete-tes cairan”.
Picture Text
“Dan Allah menciptakan kamu dari
tanah, kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan
(laki-laki dan perempuan).
Dan tidak ada seorang perempuan pun
mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan
sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula
dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh).
Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” (QS. Faathir, 35: 11)
!
Sperma dan tampak-dalam buah pelir
Spermatozoa di sekeliling sel telur
Saat penyatuan:
Salah satu spermatozoa memasuki sel
telur dan membuahinya setelah suatu perjalanan yang panjang dan sulit.
Ketika sperma yang akan membuahi
telur mendekati sel telur, sel telur tiba-tiba me-ngeluarkan cairan khusus yang
me-larutkan perisai pelindung sperma. Akibatnya, terbuka-lah selubung enzim
pelarut pada ujung atas sperma. Begitu sperma mencapai telur sel, enzim-enzim
ini melubangi membran telur, sehingga sperma bisa masuk.
Pertumbuhan yang diawali dari satu
sel berlangung dengan pembelahan sel terus-menerus.
Zigot menempelkan diri di rahim ibu.
Tiga Daerah Gelap
Setelah pembuahan, pertumbuhan bayi
berlangsung dalam tiga daerah berbeda. Daerah-daerah ini adalah:
1.Tuba falopii: daerah tempat telur dan sperma bersatu dan tempat indung telur berhubungan dengan
rahim.
2.Di
dalam dinding rahim tempat zigot
menempel untuk perkembangan.
3.Daerah
tempat mulai tumbuhnya embrio
di dalam kantung yang penuh
berisi cairan khusus.
Sebagaimana dikatakan di dalam Al
Quran:
Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu
kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah
Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia;
maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az-Zumar: 6).
Ketika mata terbentuk…
Pada tahap pertama, mata bayi
terlihat seperti titik hitam. Mata bayi tersebut berubah menjadi bentuknya yang
paling akhir selama berbulan-bulan.
Apakah mereka diciptakan tanpa
sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah
mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini
(apa yang mereka katakan).” (QS.
Ath-Thuur, 52: 35-36)
Hai manusia, apakah yang telah
memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang
telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan
tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun
tubuhmu. (QS. Al Infithar, 82: 6-8)
Hari-hari pertama wajah manusia
(kiri) dan bentuk akhirnya.
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi
kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu
membaguskan rupamu. (QS. Al Mu'minun,
40: 64)
Refleks Mengisap
Bayi dilahirkan dari rahim ibunya
dengan refleks mengisap. Latihan meng-isap ini, yang dimulai dengan mengisap
jempol di dalam rahim, sangatlah penting da-lam pemberian makan bayi setelah
lahir. Tak ada jalan lain bagi bayi untuk mem-peroleh ASI, yang merupa-kan
satu-satunya sumber makanan baginya.
Dalam sistem pencernaan, mulut, air
liur, lambung, pankreas, hati, dan usus bekerja dengan selaras dan melaksanakan
tugasnya masing-masing. Jika satu atau lebih organ-organ yang saling melengkapi
ini tidak berfungsi dengan baik, seluruh sistem akan mandeg.
Sebuah pompa (villus) yang terletak
dalam usus halus menyerap materi yang diperlukan dari makanan yang dicerna.
Dalam satu mili meter terdapat 200 juta pompa semacam ini, dan setiap pompa ini
berfungsi setiap detik untuk melangsungkan hidup manusia. Dalam gambar
diperlihatkan saluran-saluran khusus (urat nadi, pipa kapiler, dan saluran
limfa) yang terdapat dalam pompa. Melalui saluran inilah zat gizi diserap.
Semua sistem dalam tubuh manusia
(pencernaan, peredaran darah, pembuangan) bekerja sama dan selaras. Dalam
gambar terlihat hubungan di antara sistem-sistem ini.
Kerangka tubuh adalah mukjizat dalam
perekayasaan. Kerangka tersusun atas 206 tulang. Tulang yang tersusun ini
memberi tubuh manusia kemampuan gerak yang luar biasa. Sejauh ini, belum ada
robot yang dapat meniru kemampuan gerak tubuh manusia.
Ini adalah mikrograf yang
memperlihatkan organisasi yang luar biasa di dalam tulang longitudinal tubuh.
Tulang ini, yang menghasilkan sel darah dan berfungsi sebagai bank mineral
tubuh, merupakan jaringan hidup
Pada setiap langkah, suatu gaya
dikenakan tanah pada tubuh sebagai reaksi terhadap berat tubuh. Jika peredam
kejut di antara ruas-ruas tulang belakang ini tidak ada, dan jika tulang
belakang memiliki struktur yang lurus, gaya ini akan diteruskan secara langsung
ke tulang tengkorak. Akibatnya, ujung atas dari tulang belakang akan menembus
otak dengan jalan menghancurkan tulang tengkorak.
Tak satu pun sistem-sistem dalam
gambar ini dapat terbentuk secara kebetulan. Lagi pula, tidak ada artinya jika
sistem-sistem ini terbentuk secara terpisah. Ketiganya harus terjadi secara
bersamaan dengan keserasian mutlak.
a. Otot bisep
b. Kantung-kanatung otot
c. Serabut otot di dalam kantung
otot.
Sensor di antara serabut otot ini
meneruskan informasi mengenai kondisi dari otot ke sistem saraf pusat. Sistem
saraf pusat memegang ken-dali mutlak atas otot melalui informasi yang
diterimanya dari miliaran reseptor.
Gambar ini menjelaskan penyampaian
informasi dari indra dalam otot ke spinal cord, yang kemudian memberi perintah
baru kepada otot. Setiap detik sementara Anda membaca kalimat ini, miliaran
potongan informasi yang disampaikan oleh miliaran reseptor dievaluasi dan
perintah sejumlah itu pula diberikan. Manusia dilahirkan bersama sistem yang
menakjubkan ini. Namun, ia tidak ikut menciptakannya, atau bahkan mengoperasikannya.
Meskipun kulit disangka memiliki
struktur yang se-derhana, sebenarnya kulit merupakan organ yang sangat kompleks
dan tersusun atas berbagai lapisan. Dalam lapisan ini terdapat saraf reseptor,
saluran peredaran darah, sistem ventilasi, pengatur suhu dan kelembapan tubuh.
Kulit bahkan dapat menghasilkan perisai terhadap cahaya matahari jika perlu.
Sistem perederan darah menghubungkan
setiap sel tubuh yang berjumlah 100 triliun. Dalam gambar, pembuluh kapiler
merah menunjukkan darah yang kaya-oksigen, dan pembulur biru menunjukkan darah
yang miskin-oksigen.
Jantung memiliki rancangan yang
sempurna, berdasarkan pada keseim-bangan yang rapuh. Keempat ruang-nya memompa
tubuh ke berbagai ba-gian tubuh, tanpa mencampur kedua jenis darah. Bukaannya berfungsi
se-bagai katup pengaman.
Robot secanggih apa pun tak akan
mungkin mampu memiliki keistimewaan sebuah tangan sungguhan.
Pembentukan Tulang
Jaringan dalam gambar di atas adalah
bahan pembentuk tulang yang sedang berkembang. Jaringan ini tampak seperti
lempengan kayu yang tak beraturan, dan akan semakin menguat dan membentuk
tulang yang sangat keras dan kuat.
Trakea
Serabut hijau berfungsi sebagai
saringan udara. Tugas mereka adalah membersihkan udara yang kita hirup. Serabut
ini dilapisi zat cair yang disebut “lendir”. Maka, partikel asing dihalangi
agar tak memasuki paru-paru.
Garis pertahanan terdepan pada tubuh
adalah kulit. Saat kulit terluka, tubuh terancam bahaya karena virus dan
bakteri dapat masuk dengan mudah ke dalam tubuh. Ketika terjadi luka seperti
itu, sel-sel anti virus dan bakteri yang disebut fagosit akan segera bergerak
ke daerah luka dan berusaha untuk menelan mikroorganisme yang menyerang tubuh.
Di lain pihak, luka pada kulit pun telah mulai menerima pengobatan untuk
mencegah lebih banyak benda asing memasuki tubuh.
Invasi sel:
Bagaimana virus menyerang sel?
1.Virus
bersentuhan dengan sel yang ia dekati dan melekat pada permukaan sel. (Terlihat
pada skema sel bakteri di samping).
2.Virus
melepaskan enzim khusus pada titik kon-taknya terhadap sel. Enzim tersebut
meluluhkan membran sel. Akibatnya, terbentuk lubang pada dinding sel. Virus
memendekkan ekornya, lalu dengan menciutkan tubuhnya, berusaha mema-sukkan asam
nukleat (DNA atau RNA) ke dalam sel.
3.Asam
nukleat dari virus kemudian memasuki sel dan menguasainya. Fungsi-fungsi vital
sel ber-henti. Asam nukleat virus secara otomatis mem-perbanyak diri dengan
menggunakan bahan baku yang terdapat di dalam sel.
4.Bagian-bagian
tubuh virus yang baru terbentuk saling mendekat dan membentuk virus-virus baru.
5.Ketika jumlah virus baru telah
mencukupi, sel akan pecah dan virus-virus dewasa ini mulai ber-aksi untuk
mencari sel inang yang baru. Dibutuh-kan waktu sekitar 20-25 menit mulai dari
virus masuk ke dalam sel sampai tahap akhir proses replikasi virus baru. Pada
akhir proses replikasi tersebut, terdapat sekitar 200-300 virus baru yang telah
terbentuk dalam tubuh inang.
Makrofag adalah unsur dalam sistem
kekebalan tubuh yang bertempur di garis depan. Ia menelan dan mencerna segala
jenis zat asing di dalam darah. Tugas lainnya adalah meminta bantuan sel-T jika
bertemu musuh. Pada foto sebelah kiri, makrofag sedang mencoba menangkap
bakteri dengan serabutnya. Pada foto sebelah kanan, makrofag mencoba menelan
molekul lipida yang telah masuk ke dalam tubuh.
Sel B yang tertutup oleh bakteri
Dalam kejadian ini, makrofag yang
disebut fagosit meregang untuk menelan sejumlah besar bakteri. Bakteri
dikelilingi oleh salah satu regangan makrofag. Lalu sel menelan-nya. Setelah
itu, senyawa kimia yang kuat dalam makrofag menguraikan musuh dan
menghancurkannya. Dengan kata lain, makrofag menelan musuh, mencernanya, dan
menggunakan senyawa uraiannya.
“Hai manusia, kamulah yang berkehendak
kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi
Maha Terpuji.” (QS. Faathir, 35: 15) !
SISTEM KEKEBALAN TUBUH
Leukosit, yang berjumlah sekitar satu
triliun, membentuk pasukan pertahanan yang sangat khusus. Agen terpenting
pasukan ini dan tugas yang mereka lakukan dalam perang melawan musuh dijelaskan
berikut ini.
VIRUS
Virus, sebuah paket data genetik,
bergantung pada lingkungannya agar dapat diaktifkan. Virus harus menggunakan
mekanisme sel inang agar dapat bereproduksi.
MAKROFAG
Makrofag adalah penjaga dan sel
pertahanan di garis depan. Ia menelan dan mencerna segala jenis partikel asing
dalam darah. Jika menemui penyusup mikroskopis, ia memanggil sel T-pembantu ke
tempat kejadian.
SEL T-PEMBANTU
Sel ini adalah administrator sistem
kekebalan tubuh. Setelah mengenali musuh, ia pergi ke anak limpa dan kelenjar
limpa, lalu memperingatkan sel lain untuk melawan agen penyakit.
SEL T-SITOTOKSIK
Setelah diperingatkan sel T-pembantu,
sel ini menghancurkan sel-sel yang diduduki partikel asing dan sel kanker.
SEL B
Sel ini dianggap sebagai pabrik
senjata biologis dan terdapat di anak limpa dan kelenjar limpa. Ketika diperingatkan
sel T-pembantu, sel B memproduksi senjata kimia yang kuat, yang disebut
antibodi.
ANTIBODI
Protein yang berbentuk huruf Y ini
menempel pada agen penyakit, melumpuhkannya, dan mengubahnya menjadi target
bagi sel pembunuh.
SEL T-SUPRESOR
Jenis ketiga sel T ini memperlambat
atau menghentikan kegiatan sel T dan sel B. Ia menghentikans erangan setelah
penyakit telah ditanggulangi.
SEL MEMORI
Sel pertahanan ini dibentuk setelah
penyakit pertama sembuh. Dengan berdiam dalam tubuh selama bertahun-tahun, ia
memastikan agar mekanisme kekebalan tubuh dapat diaktifkan secara pesat dan
efektif ketika tubuh bertemu dengan agen penyakit yang sama.
1.PERANG DIMULAI
Ketika virus menyebar dalam tubuh,
sebagian ditelan oleh makrofag. Makrofag membelah antibodi dari virus dan
menempelkannya pada permukaan tubuh mereka sendiri. Hanya sedikit sekali dari
jutaan sel T-pembantu, yang beredar dalam sistem peredaran darah, yang mampu
“membaca” antibodi yang khusus ini. Sel T khusus yang menempel pada makrofag
ini menjadi aktif.
2.SEL PERTAHANAN MENINGKAT
Saat sel T-pembantu diaktifkan,
jumlahnya cenderung meningkat. Mereka lalu memperingatkan sel T-sitotoksik dan
sel B, yang jumlahnya sedikit dan pekat terhadap virus musuh. Sementara jumlah
sel B meningkat, sel T-pembantu memberi mereka isyarat untuk memproduksi
antibodi.
3.KEKALAHAN PENYAKIT
Sementara itu, sebagian virus telah memasuki sel. Virus hanya dapat mereplikasi dirinya di dalam sel. Dengan senyawa kimia yang dikeluarkannya, sel T-sitotoksik membunuh sel-sel ini dengan mengebor membrannya, sehingga mencegah virus di dalam sel berproduksi. Dengan langsung menempel pada permukaan virus, antibodi menetralkannya, mencegahnya masuk ke dalam sel, dan memulai reaksi kimia yang akan menghancurkan sel yang diserang.
Sementara itu, sebagian virus telah memasuki sel. Virus hanya dapat mereplikasi dirinya di dalam sel. Dengan senyawa kimia yang dikeluarkannya, sel T-sitotoksik membunuh sel-sel ini dengan mengebor membrannya, sehingga mencegah virus di dalam sel berproduksi. Dengan langsung menempel pada permukaan virus, antibodi menetralkannya, mencegahnya masuk ke dalam sel, dan memulai reaksi kimia yang akan menghancurkan sel yang diserang.
4.SETELAH PERANG
Setelah perang dimenangkan, sel
T-supresor menghentikan seluruh sistem penyerangan. Sel B dan sel T-memori
tetap berada dalam darah dan sistem limpa, agar dapat langsung diaktifkan,
kalau-kalau bertemu dengan virus sejenis.

0 komentar:
Posting Komentar